Monday, 14 February 2011

PENGANTIN DALAM KHAYALAN (FF)

oleh: Erny Binti Sanusi

Aku hanyalah gadis biasa, pekerjaanku hanyalah menjajakan kue di pinggiran jalan. Aku biasa dipanggil Sarah, aku tinggal bersama ibu dan dua adikku.
Ketika itu aku sedang menjajakan kue di jalananan, Aku mendapati seorang pemuda berjas hitam turun dari mobil mewahnya. Ternyata mobilnya mogok. 

Pemuda itu sedang menelepon kerabatnya meminta bantuan. Aku hanya menatapnya dari jauh. Entahlah, tiba-tiba pemuda itu memanggilku. Aku mendatanginya, masih tetap membawa kue jualanku sambil sedikit merapikan jilbabku yang tersibak angin. Pemuda itu menatapku dengan tatapan elangnya, Aku tertunduk.

Aku tak habis fikir mengapa tiba-tiba pemuda itu membeli semua kue jualanku. Yah gak apa-apa sih namanya juga rezeki. Tapi anehnya kenapa kue yang dibelinya dikembalikan padaku?

”Berikan saja kue-kue ini pada anak jalanan disana, kasihan mereka kelaparan.” Katanya sambil menunjuk kearah anak jalanan di trotoar. Aku hanya menyanggupi permintaannya dan langsung melangkahkan kaki. 

Tiba-tiba pemuda itu memanggilku,
”Hei... Siapa namamu?” Aku menoleh.

”Namaku Sarah, kamu?” Aku bertanya balik

”Aku Galih,” Jawabnya singkat. Aku kembali melangkahkan kaki.

”SARAH... PERSIAPKAN DIRIMU UNTUK PERTEMUAN KEDUA KITA,” Galih berteriak. Apa maksudnya dengan pertemuan kedua

Dua hari kemudian...
Ternyata Galih tidak berbohong. Dia datang kerumahku, hendak mengkhitbahku. Bagaimana mungkin? Aku belum begitu mengenalnya, bercakap pun hanya sebentar. Apa yang diharapkan dariku? Cantik? Aku gak cantik, Kaya? Kalau kaya mah gak mungkin aku jualan kue. Bagaimana pula dia bisa tau rumahku? Begitu banyak pertanyaan yang timbul dibenakku.

”Sudahlah, kamu gak usah memikirkan itu. Aku tau segalanya tentang kamu, dan kamu memang jodohku yang terbaik yang diberikan Allah untukku,” Katanya,

”Kenapa kamu bisa seyakin itu?”

”Kenapa tidak?”
Entah pengaruh sihir darimana yang membuatku menerima pinangan Galih, pemuda yang baik dan hanif. Semoga bukan sekedar omongan saja.
Tibalah saatnya kami walimahan, tidak tanggung-tanggung Galih menyewa hotel berbintang untuk pernikahan kami. Pesta sangat mewah yang belum pernah aku rasakan hingga saat ini.

Dan.....

”Kak... Kak Sarah.... Jangan melamun dong!” seorang melambaikankan tangannya didepan mukaku dan membuyarkan lamunanku. Astagfirullah ternyata aku hanya berkhayal tingkat tinggi. Pemuda itu masih sibuk dengan mobil mogoknya. Aku hanya tertawa dalam hati.


(333 kata termasuk judul)

Jakarta, 05  september 2010

No comments:

Post a Comment

Yang baca dan komentar saya doain nambah cakep... :D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...