Skip to main content

MENJALIN UKHUWAH LEWAT DUNIA MAYA

MENJALIN UKHUWAH LEWAT DUNIA MAYA

Saya teringat pertama kalinya saya mulai bercengkerama di dunia maya. Tepat saat menduduki kelas satu SMA ketika dapat tugas dari seorang guru untuk mengirim email, bingung juga sih. Tapi sekian lama saya belajar dan banyak bertanya akhirnya saya hampir kecanduan dibuatnya.

Sampai akhirnya saya diperkenalkan dengan jejaring sosial bernama facebook kira-kira dua tahun yang lalu. Tak banyak yang bisa saya lakukan saat itu, saya gaptek abis, sumpah. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan lewat internet, awal saya merasa bahagia berkutat dengan fecebook adalah ketika bulan ramadhan tahun lalu. Saya mulai terbuka dan mulai mengadd teman-teman yang suka menulis terutama penulis-penulis yang namanya sudah ada di cover buku. Bagai angon segar saya dibuatnya. Meskipin mereka nggak mengenal saya. Tapi kan nggak ada salahnya juga kalau kenalan. Saya mulai mengikuti berbagai lomba menulis yang diadakan teman-teman penulis. Seperti sekarang ini. Hehe…

Tidak ada yang sia-sia bukan? Jika saya memanfaatkan internet sebagai jembatan saya untuk menggapai impian saya. Yaitu menjadi penulis. Saya mulai mengakrabi diri dengan teman-teman yang aktif di facebook. saya merasa memiliki keluarga baru di facebook, keluarga yang senantiasa meramaikan beranda saya.

Aha… di dunia facebook saya juga memliki kakak-kakak yang senantiasa menasehati, adik-adik yang suka saya nasehati, juga bunda yang bisa menjadi penawar segala resah. Tapi sayangnya saya nggak punya Ayah di Facebook, jadi kurang lengkap. Yang terpenting adalah saya bisa mengenal mereka yang walaupun belum sekalipun bertatap muka. Sungguh indahnya merajut persaudaraan di dunia maya. Setidaknya untuk saya.

Sampai beberapa orang teman memutuskan untuk bertemu secara nyata, bahasa kerennya Kopdar. Saya selalu meminta perizinan dari orang rumah jika ingin bertemu dengan orang yang baru ketemu. Dan orang rumah tidak mengizinkan saya kopdar . Saat itu lagi zamannya penculikan di Facebook sih jadinya mereka wanti-wanti takut sata diculik kali ya? Lagian juga yang nyulik pastinya mikir-mikir dulu kali kalau mau nyulik saya.

Saya memang harus hati-hati berteman. Nggak boleh sampai terpedaya, jangan sampai terbawa hal-hal yang buruk. Apalagi di dunia maya sesuatu yang kita lihat bisa saja itu hanya suatu trik agar kita terperosok ke hal negatif. (saya ngomong apa sih?) Tapi, saya yakin tidak semua orang-orang di dunia maya jahat loh. Alhamdulillah saya baik (lho?).

Sampai akhirnya saya mulai memutuskan untuk Kopi Darat dengan seseorang di dunia maya. Hmm… gimana rasanya ya ketemuan? Saya iri juga melihat teman-teman yang suka kopi darat. Dan perjalanan Kopdar saya berjalan mulus untuk pertama kalinya dengan Mbak Qadriea, alhamdulillah saya nggak diculik, horee…

Lama kelamaan saya jadi ketagihan untuk Kopdar, setelah tukeran nomor hape, mencari tanggal merah, pokoknya waktu yang kosong untuk bertemu. Pertemuan ke dua saya juga berjalan mulus dengan Ka Endah. Tuh kan udah dibilang kalau kita bisa memanfaatkan dunia maya sebagaimana mestinya kita tidak akan diculik, dijamin! Daritadi kok ngomonginnya tentang penculikan ya? :D

Memang banyak orang-orang yang menggunakan fasilitas internet untuk memanfaatkan kebutuhannya. Intinya segala sesuatu tergantung niatnya, di sini saya ingin belajar terus dari teman-teman, apalagi kalau kita sehobi. Hehe… kan bisa saling berbagi.

Saya terharu dengan seorang teman yang ingin sekali Kopdar. Namun nggak pernah kesampaian. Sering kali saya janjian bertemu dengannya dan hasilnya gagal. Mungkin belum waktunya. Berbulan-bulan masih belum ada waktu untuk bertemu. Sampai ketika saya sakit typus, dia memutuskan untuk menjenguk saya. Saya pikir, ini orang sok tahu bener dah. Daerah rumah saya termasuk wilayah yang sulit dicari (macam pedalaman aja deh!). intinya seorang yang berkunjung ke rumah saya, udah pasti nyasar. Maka itu harus di jemput. Saya cukup pusing kala itu, pasalnya saya tidak mungkin bisa menjemput dengan kondisi saya yang seperti ini. Dan dengan izin Allah, semuanya berjalan lancar. Ada seorang teman yang bisa saya minta tolong untuk menjemput. Alhamdulillah… kesampaian juga.

Sesuatu yang indah yang saya temukan saat mengenal Facebook, ukhuwah ini yang membuat saya sulit menjauh dari teman-teman di dunia maya. Keluarga kedua saya… Baru sebentar saja saya sudah mulai mengerti arti sebuah kekeluargaan. Terimakasih buat semuanya… *Nangis bombay*

Comments

  1. ikutan lomba dunia maya jga ya??
    mampir k blog aku jga di http://rianascreation.blogspot.com/ ya..

    ReplyDelete
  2. @ Mbak Riana,,, syukron sudah mampir.. :) afwan jika baru ku balas, insya Allah aku segera kesana ya mbak.. :)


    @ Mbak Aulia,,, Iya, Mbak... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…