Skip to main content

Suka Duka Dunia Pramuka

Jika mengingat pramuka saya jadi mau ketawa, hahaha… dulu nggak pernah sekalipun saya niat untuk masuk ekskul pramuka saat SMA. Karena Pramuka adalah ekskul yang diwajibkan ya udah terpaksa ngikut. Banyak hal yang saya dapatkan saat mengikuti pramuka, ada kisah senangnya, ada sedihnya, ada menderitanya, serulah buat saya khususnya.

Awalnya di sekolah selalu mengadakan Jambore Osis di Bumi perkemahan cibubur. Saya untuk pertama kalinya merasakan kemah. Dari sekolah kita naik mobil tronton, hm.. bisa bayangin nggak satu tronton diisi oleh 40 orang lebih. Kita udah kayak kambing tahu nggak? Menderita banget kan? Apalagi saat seorang teman yang entah sengaja atau nggak meledakan bom atomnya alias kentut di mobil itu. Sengsara banget deh kita nih. Udah pengap ditambah lagi bau tak sedap. Semua teman-teman mencak-mencak kayak bebek, saat turun mobil bisa dijamin. Seorang yang membuang bom atom itu tidak akan selamat dari kebiadaban teman-teman dalam mobil. Hahaha…

Di sana juga saya melakukan banyak hal, segala sesuatunya harus mengikuti perintah senior, idih siapa dia? Intinya kedisiplinan yang terpenting. Telat dikit aja pasti akan dapat hukuman, begitu juga saat makan. Kita harus makan bersama-sama tidak ada yang boleh terpisah, yang paling nyebelin ketika makan aja tuh diwaktuin. Misalnya 15 menit kudu selesai. Kalau keselek kan kasihan. Udah gitu kalau makanannya nggak habis nantinya bakal dikiterin buat semua anggota untuk makan sampai habis, sampai tak tersisa sebiji pun nasi 

Selain itu hal menyenangkan lainnya adalah ketika semua anggota tamu ambalan akan melakukan penjelajahan di pagi buta atau biasa disebut pos to pos. biasanya tamu ambalan yang akan menjadi penegak harus lolos pada babak ini. Dengan perasaan yang tak menentu kami dibangunkan sekitar pukul satu pagi, dengan hitungan detik kami harus sudah siap dilapangan lengkap dengan pakaian pramuka. Lalu akan dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi satu buah lilin untuk memulai penjejakan dan apabila lilin mati ditengah jalan maka harus kembali ke tempat semula untuk menyalakan lagi. Tega banget kan?

Sampai pos pertama biasanya ada pos keagamaan, di sana kita akan ditanya-tanya tentang agama yang kita anut. Misalnya bacaan sholatnya, hafalannya, dan lain-lain. Nah kalau di pos kedua ada yang namanya PU-PK (Pengetahuan Umum dan Pengeetahuan Kepramukaan). Dalam hal ini saya benar-benar tabu, apalagi saya anak yang baru pertama kalinya masuk ekskul pramuka. Masa udah ditanya siapa bapak pandu sedunia? Trus Dasa Darma dan Tri Satya. Meneketehelah… dihukum aja nggak apa-apa deh, kan nggak tahu.

***

Banyak hal yang saya dapatkan setelah masuk pramuka. Yang paling penting adalah kemandirian dan kedisiplinan. Dan yang tak kalah penting adalah silaturahim antara anggota pramuka di indonesia. Saya mulai mengenal teman-teman yang aktif pramuka saat menjadi panitia RAINAS (Raimuna Nasional) pada tahun 2008. Acara ini yang menurut saya paling berkesan. Saya bisa melihat anak pramuka perwakilan dari daerah-daerah se-indonesia bahkan ada juga dari luar negeri dengan berbagai karakter dan bahasa beda. Di sana kita saling berbagi dan merajut persahabatan. 
Intinya saya tidak menyesal bisa mengenal pramuka. 

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…