Skip to main content

The Power of Catatan Harisan




Entah bagaimana awalnya saya menyukai buku yang modelnya semacam memoar atau lebih gampangnya disebut catatan harian alias diary. karena secara nggak langsung tulisan yang berbentuk curhatan adalah gambaran kehidupan yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya, ada suka dukanya, dan terkadang juga malah membuka aib sendiri. xixi

Tapi, tak disangka ternyata catatan-catatan yang katanya nggak penting itu malah bisa jadi duit, eh maksudnya jadi buku gitu. kan nantinya dapet royalty juga dari penjualan buku, dapet duit juga toh? Seperti halnya buku ini. “Catatan Harisan” yang membuktikan bahwa catatan ngaco ternyata layak terbit.

Meskipun buku ini terbit secara indie. Tapi penulis mampu membuat pambacanya terhibur. dan dari setiap pengalamannya sering kali saya berkata “Duh, Jangan sampe deh gue kayak gitu!”

Apa kekuatan buku Catatan Harisan di mata pembaca, wabil khusus saya:

Selain berguna untuk nimpuk maling buku ini juga berguna buat ganjel pintu. hehe gak ding.

Setelah membaca dengan seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Maka saya menimbang-nimbang kalo buku ini gak terlalu berat dan gak terlalu ringang, yah sedang-sedang saja gitu. eh ini ngomongin apa ya? kok malah ke timbangan sih, memangnya mau jualan buah?

Udah ah mau serius nih…!!!

Catatan ini berisi catatan harian yang ditulis oleh Haris Firmansyah, ada juga yang manggil dengan sebutan anak sapi, dan dia bangga! padahal saya bingung masa ada sapi kurus? (piss men :D) Nah, dalam catatan ini banyak hal yang bisa bikin kita nangis darah gara-gara ketawa (berlebihan banget gak sih?) soalnya saya juga gak sampe segitunya kok.

Gara-gara baca buku ini saya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ngurut dada, yaa ampuunn nasipnya tragis banget ini orang. dalam bukunya diceritakan tentang masa kecilnya yang merana gulana, korban celaan, dan aduh gak sanggup nulisnya, gak tega!

Membaca buku ini membuat saya kuat gak makan dan minum seharian, wah keren kan? bisa sambil diet. (padahal memang lagi puasa.)

Buat orang normal yang pingin stress, baca buku ini. Buat orang yang kehilangan selera makan, baca buku ini. Buat orang yang sedang sedih, baca buku ini. Dijamin! Dijamin! Halal!

Berkisah tentang kehidupan seorang fesbooker yang rajin bikin note di fesbuknya setiap hari. Mau itu penting kek, kagak kek, tak terlewatkan seharipun tanpa menulis. keren ya? salut sama semangatnya. Catatan ini juga ditulis secara blak-blakan oleh penulisnya, lucu udah pasti dan bisa bikin gigi kering. dari masa kecilnya, masa remajanya, sampai sekarang udah bisa jatuh cinta sama cewek sampe-sampe bertandang ke tanah serpong. gile! perjuangannya kudu gue kasih 4 jempol deh. semuanya kisahnya bikin ngakak. penasaran? baca aja!


Selain itu juga pada setiap akhir catatan selalu diselipkan moral of the day, dari setiap catatan ngaconya juga ada bagian-bagian inspiratif yang ditulis terpisah dibagian bawah. penulis menyebutnya catatan ngaco, udah tahu ngaco ngapain juga ditulis ya? lah saya juga udah tahu ngaco kenapa bukunya dibeli? :p Tapi, jangan salah dibalik kengacoannya pembaca bisa mengambil banyak pelajaran hidup dari sisi positifnya. yah minimal bisa lebih baik 1% dari penulisnya.


Di dalam buku tersebut juga ditulis seputar pengalaman penulis seputar ramadhan yang penuh dengan keajaiban. So, Insya Allah buku ini bukan hanya menghibur pembaca semata, tetapi juga bisa belajar dari pengalaman si Haris Gaganteng supaya bisa mengambil manfaatnya dan buang yang jeleknya. Alhamdulillah yah,,,

ketika saya membaca buku ini saya bagaikan melanglang ke ujung dunia, hipnoteria di kutub utara, dan tenggelam di segitiga Bermuda. terus mati deh kan kelelep. ^_^ (et dah, korban iklan)



Nulis apa lagi yaa? bingung!

Oh iya,,, semoga buku ini bisa Best seller dan nampang di toko buku se-indonesia. Aamiin..



Sekian dari saya, mohon maaf jika ada salah… :)

Comments

  1. Gue emang penasaran sama buku ini dan gue akui penulisnya emang gaya komedinya tingkat tinggi, dan sekarang udah banyak banget bukunya ni anak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa bang edotzzz... si haris dah jauh melesat. Padahal dulu pernah ada moment pengen tukeran buku, eh nyatanya dia udah banyak bukunya dan gw belom ada perubahan....

      #bunuhdiri :(

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…