Skip to main content

Maaf, Ini Pilihan Saya.

             Teman, kau pernah tersudutkan pada sebuah pilihan? pilihan yang sulit sekali kau jawab. Sedangkan jika kau tidak menjawab, kau malah akan menyakiti banyak orang. Pilihan itu mutlak, Iya atau tidak! Ini atau itu! Jika saya ragu maka saya akan disebut sebagai pecundang yang tidak bisa teguh pendirian. 

            Namun, itulah saya adanya. Seperti memakan buah simalakama “Jika dimakan Ibu mati, jika tidak Ayah mati” Jika dihadapkan oleh pertanyaan itu, mau jawab apa? hoho… Pusing, kan? 

            Sebenarnya bukan masalah yang begitu pelik, sebenarnya saya sudah memiliki pilihan. Tapi, pilihan saya bisa menyakitkan banyak orang. Mengecewakan banyak orang tentunya yang sudah lama mengharapkan saya. Mengapa sulit sekali untuk mengungkapkannya? membuat hati ini galau lagi galau lagi, dilema lagi dilema lagi. Bosan sekali rasanya.

            Saya tahu saya belum bisa memberikan banyak dan saya terlalu banyak merepotkan selama ini. Saya sangat senang dengan pilihan yang saya jalani saat ini, hanya saya belum mampu mengoptimalkannya saja. Tapi saya yakin, semua butuh proses bukan? saya hanya butuh waktu untuk merealisasikannya, menggapainya. 

            Saya tak ada niat untuk mengecewakan sedikitpun, saya hanya manusia yang harus memilih yang terbaik bukan? lalu mengapa saat aku memilih yang baik mereka malah memojokkan saya? membuat saya semakin berhenti berharap. Sebenarnya masih sangat sulit. Maafkan saya belum bisa memberi suatu hal yang membuat bangga. Mereka membutuhkan saya, bergantung pada saya. Subhanallah tempat terindah di akhirat yang dijanjikannya jika saya masih bertahan. Maafkan saya sekali lagi, tak maksud membuat kecewa. Tapi sudah saya bilang bahwa saya memiliki pilihan. Dan pilihan saya tetap! Biarkan saya menjadi diri saya sendiri. Semoga Allah Meridhoi.

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…