Saturday, 29 October 2011

Mencari Keinginan Hati

Hingga saat ini saya masih belum mengerti apa maunya hati, ia seakan menarik saya kembali ke masa silam itu, masa di mana saya rapuh untuk pertama kalinya bahkan dulu lebih parah lagi, pikiran negatif yang selalu berputar di otak membuat saya kehilangan arah. Bedanya, sekarang saya sudah mulai bisa mengendalikannya. Sedikit demi sedikit.

Mungkin hanya butuh waktu untuk mengembalikannya seperti semula, saya ini hanya seorang wanita yang tengah terluka. Untung semuanya pikiran yang dulu menggerayangi saya sudah tidak ada lagi, sekarang saya ingin hidup yang baru. Mencoba belajar mendewasakan diri. Mulai mengerti bahwa bahwa membuka diri itu penting meski sulit. 

Saya pernah untuk pertama kalinya membuka diri setelah sekian lama menjadi sosok introvert, kepada Murobbiyah/Guru Ngaji saya. Dia mengerti dan memahami masalah yang saya hadapi, membantu menguatkan dengan doa, membantu mendengar dengar telinganya, membantu menguras airmata saya yang sudah lama hanya terpendam tak bisa dikeluarkan, dan membantu menopang beban saya. Ternyata memang benar lega sekali rasanya. Tapi, setalah itu saya jadi malu jika bertemu dengan beliau, segan dan tidak enak hati. Meski beliau hanya menanggapinya biasa saja. Seperti biasa, senyuman yang tulus.

Dan sekarang masalah yang saya hadapi lebih pelik, mungkin Allah sudah bosan mendengarkan cerita saya setiap malam meski saya tahu Dia tidak akan pernah meninggalkan saya sekejapan mata pun. Saya yakin itu. Seperti yang diucapkan Guru saya "Ketika kita tidak memiliki siapapun di dunia ini, tapi ketika ada Allah di hati semuanya sudah lebih dari cukup," Saya setuju pernyataan seperti itu. Dan menyakini bahwa Allah adalah satu-satunya yang bisa menolong saya saat ini. 

"Saya memang tidak bisa mengobati rasa sakit hatimu, tapi percayalah bahwa saya akan mendengarkan kamu.  Kamu tidak bisa selamanya seperti ini."
Seorang teman pernah berkata seperti itu. Tapi tetap saya belum mampu lagi untuk bicara apapun. kau pasti mengerti keadaan saya sekarang, kan, teman?

Izinkan saya untuk menemukan keinginan hati, bersama Allah saat ini. Percayalah saya tidak pernah sendiri. Dan saat saya bertemu kalian lagi saya tak ubahnya seperti dulu, masih sama. Masih seorang yang kadang pendiam dan seorang yang kadang bawel dan cerewet, kau tahu kan bagaimana sifat saya? Sifat saya memang aneh bukan? hehehe...

30 Oktober 2011

No comments:

Post a Comment

Yang baca dan komentar saya doain nambah cakep... :D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...