Friday, 21 October 2011

Saat Rinduku Tumpah

          
            Kata yang tak mudah untukku ungkapkan adalah kata Rindu. Entah mengapa aku terlalu bebal, terlalu lemah. Padahal rindu ini ku alamatkan padamu, Ma.

            Semalam aku memimpikanmu lagi, kali ini wajahmu terlihat jelas sekali. Tidak seperti dahulu sebelum aku mengenalmu, samar-samar. Sebenarnya aku ingin sekali bersamamu, hanya saja aku tak memiliki banyak kesempatan untuk itu.

            Mungkin aku memang tidak seberuntung teman-temanku, yang bisa setiap hari mengungkap rasa dan berpeluk mesra. Tapi, aku juga beruntung karena aku sempat mengenalmu, bisa lebih dekat denganmu, bisa mencium tanganmu. Toh banyak orang-orang yang sama sekali tidak bisa mengenal ibunya, mereka yang terbuang, dan mereka yang tidak dianggap.

            Aku masih ingat saat pertama kali aku bertemu denganmu, tepat empat tahun lalu. Aku telah menyimpan rindu selama belasan tahun. Tapi, aku terlalu lemah mengungkap rindu, semuanya kaku. Sedangkan kau, Ma. Mama memelukku erat sekali, sambil menangis dan semoga itu tangisan bahagiamu. Aku tahu bagaimana perasaanmu, sebab rindumu terbaca olehku. saat itu pula aku bisa melihat wajah yang kurindukan, kudamba, kumimpikan, kudo’akan, aku tak pernah habis pikir bahwa ini adalah sebuah kenyataan. Aku janji akan selalu menyebut namamu dalam setiap doaku.

            Aku juga tak akan pernah ingin bertanya. Mengapa Mama pergi selama belasan tahun ini? Sebab aku tak sanggup jika nanti harus kehilangan lagi.

            Satu, dua, tiga, empat, aha… Lima belas, sampai detik ini aku telah bertemu denganmu lima belas kali selama hampir Sembilan belas tahun usiaku. Bahkan teman-temanku bisa bertemu ibunya setiap hari 356 hari setahun, sedang aku rata-rata hanya 4 kali setahun selama 4 tahun belakangan. Tapi tak apa, jika Allah meridhoi, aku sudah ikhlas menjalani garis hidupku.

            Hanya satu yang aku sesalkan, rasa rindu yang hingga kini belum terungkap. Sepertiga malam tadi aku mengadu pada Allah, aku bilang agar Allah bisa membantuku untuk menyampaikan rinduku pada Mama, Aku tak sanggup berucap sendirian. Aku tidak bisa. :(

            Maaf jika aku belum bisa menjadi seorang anak yang baik menurutmu, menjadi anak yang sholehah, menjadi anak yang sempurna buatmu.

21 Oktober 2011
Buat Mamaku di sana
(Waduh gimana ya kalo seandainya dibaca Mama beneran?) :D

           

No comments:

Post a Comment

Yang baca dan komentar saya doain nambah cakep... :D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...