Monday, 28 November 2011

TRIBUTE TO EMAK HAJI


Bismillahir rahmaanir rahiim...

Mungkin saya tidak seberuntung mereka yang bisa hidup dalam naungan keluarga yang utuh, Namun bisa jadi saya setingkat lebih beruntung karena sudah dipertemukan dengan sosok, Emak Haji. Tapi sekarang rasanya berbeda… Semakin sepi tanpanya, saya benar-benar payah. Tidak tahu lagi harus bagaimana.

Saya hanya bisa terduduk lemas melihatnya sudah tidak berdaya lagi, tidak seperti dulu. Padahal dulu Emak selalu menunjukkan bahwa dirinya selalu baik-baik saja. Tapi kali ini…

Saya memang bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Namun saya sungguh berarti jika dihadapan Emak. Emak yang sering membanggakan saya, menganggap saya anaknya sendiri tak jarang sering bilang pada orang lain Emak anak gadisnya tinggal satu aja, paling bontot. Emak yang selalu membela saya disaat situasi yang tidak mendukung keadaan saya. Dan sekarang mungkin saya akan membiasakan diri hidup tanpanya.

25 November 2011
Jumat 14.30

            Masih teringat jelas saat saya berangkat ke TPA, sebenarnya saya berat meninggalkan Emak. Emak hanya bilang dia baik-baik saja. Selepas mengajar saya sempat jatuh dari motor sampai helm yang saya pakai tidak bisa digunakan lagi. Refleks melihat bendera kuning di pinggir jalan. Hati saya menjadi tidak karuan dan ingin cepat-cepat sampai rumah.

            Sampai di rumah keadaan mulai membaik, yang saya lihat Emak lagi makan. Katanya selama sakit Emak makannya banyak, lapar terus. Selama sakit Emak tidak mau yang namanya disuapin, ia lebih senang melakukannya sendiri. Tapi untuk pertama kalinya Emak mau T_T. Meski dalam keadaan sakit Emak memang tidak ingin merepotkan oranglain, untuk ke kamar mandi saja tidak mau di papah. Itulah Emak…

            Selepas Magrib jum’at malam…

            Emak memanggil Saya, Ummi, Mama, dan Mak Yeyeh. Beliau ingin mendengar kami mengaji, di kamarnya. Dalam keadaan beliau yang masih sesak. Beliah hanya bingung mengapa sakitnya tidak sembuh-sembuh, biasanya kalau kumat hanya sebentar tetapi kali ini sampai 2 hari dua malam. Tidak bisa tidur, hanya zikir. Emak hanya bilang Emak capek, Emak ingin tidur. Tadi emak nggak sempat sholat zuhur sama asar, nggak kuat bangun. Allahumma… Emak memang tidak pernah lalai dari sholatnya, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun.

            Pukul 20.00... Jum’at Malam..

            Saya mengantar Mak yeyeh pulang, nggak bawa hape, sampai di rumah saya tidak pernah menyangka bahwa magrib tadi pertemuan saya terakhir dengannya, pertemuan berbincang terakhir dengannya. Ya Allah… Sebenarnya sudah sering sekali Emak bilang. Kalau orang meninggal jangan ditangisi, kasihan yang meninggalnya nanti tersiksa. Tapi, tangis ini memang tidak bisa dibendung lagi, semuanya pecah, padahal dulu saya pernah bilang, Iya Emak, Ani gak nangis. Dan yang saya tahu ikhlas itu tidak semudah itu. Sulit sekali… T_T Bahkan saya tidak bisa menahan airmata ketika menulis ini. Maafkan Ani, Mak.. Maafkan… Insya Allah kami semua belajar untuk ikhlas…

Selamat Jalan, Emak…

Wahai Allah…
Saya bersaksi selama saya hidup bersama beliau, emak tidak pernah sekalipun membuat saya menderita, sedikitpun.
Wahai Allah…
Emak adalah wanita baik yang selalu menularkan kebaikan untuk orang lain, di manapun.
Wahai Allah…
Saat beliau sakit, saya masih melihatnya melakukan sujud yang panjang disepertiga malam-Mu
Wahai Allah…
Dalam hidupnya saya tidak pernah melihatnya bersedih, sekalipun.
Wahai Allah…
Emak tidak pernah membuat susah oranglain, meski beliau ada di posisi paling sulit sekalipun.
Allahumma Ya Allah…
Tempatkan Emak disisi terbaik-Mu, berikan Emak Rahmat-Mu di Akhirat, Masukkanlah Emak ke dalam deretan orang-orang yang beriman kepada-Mu yang merindukan jannah-Mu, dan buat kami ikhlas menjalani ketetapan-Mu.
Aamiin...



29 November 2011
ditengah kesendirian

Thursday, 17 November 2011

Tiga 'S'



Sepi
Sunyi
Sendiri

Duniaku kembali

Tertatih menuju gelombang cinta

Hingga aku mengerti: Bahwa pengharapan selalu menyelimuti Sang Pecinta

Di sini aku bermuhasabah diri

Mengurai pikiran yang ringkih

Menelaah jundi-jundi hati yang pernah perih

Biarkanlah, aku tahu ini hidupku

Aku tak kan membiarkan diriku terjerat lagi

Lelah sekali

Hanya tertatih menuju abadi, dan tak sampai lagi

Biarkan aku bersama angin yang berhembus nyata,

Bersama langit yang diintip bulan bintang, mereka ada, tidak samar-samar

Mengertilah…

Tuesday, 8 November 2011

Pulang Kampung Part 1 ^_^

Jreng... Jreng... Jreng... Alhamdulillah akhirnya jadi juga mudik. Tapi belum puaaaaasss.... masih kangen suasana di sana. Belum sempat ngerujak kelapa ah, gak seru.

Entah mengapa perasaan ini makin bebas saja, lega, menikmati suasana di sana itu benar-benar mengobati luka ini. Eh belum semua sih, masih ada yang tersisa, dikit.. xixi

Ngarep banget di sana bisa menikmati hujan, nyatanya malah gak turun. Gimana nih, padahal kan Bogor itu julukannya Kota Hujan masa nggak hujan-hujan barang sedikit :( Tak apa deh yang penting sudah bisa menginjakkan kaki di sana. Saya sudah sangat bahagia. 


Dulu katanya saya lahir di desa ini... Tapi kasihannya sampai sekarang saya belum bisa mengerti bahasa sunda dengan baik dan benar. Lieur euy...


















Subhanallah ya... Indah banget, selalu rindu dengan desa ini. 
Poto ini diambil tadi, cantik, kan?
Di sebelahnya ada satu-satunya Masjid. Kalau siang hari halamannya suka dipake buat ngejemur gabah beras. Jadi multifungsi gini ya Masjidnya?












Banyak hal yang istimewa yang membuat saya betah tinggal di sini. Mau banget bisa tinggal di kampung, gak apa-apa deh nanti belajar di pesantren bareng Sugi (sepupu). Katanya pesantren di sana memang belum begitu terurus. Adanya masih deket rumah kakek masih tetanggaan gitu. Enak ya jadi kalo laper tinggal pulang. Nah kasihannya di sana kadang santrinya makan hanya pakai sambal dan lalapan saja. Miris kan?  Tapi asyik, kan.. Saya juga suka sekali makanan bogor. Apalagi sambalnya, beuh... Dan satu lagi, Ikan asin...





Mantap kan.... xixixi

Eh tapi saya nggak suka ah sama Pete!












Sengaja ngambil bunga ini, abisan lucu aja, cerah kan warnanya? Kuning-kuning gitu.. ^^














Friday, 4 November 2011

BEBENAH DIRI (lagi)

Bismillahir rahmaanir rahiim...

Semakin lama entah mengapa saya semakin tidak bisa mengenali diri saya sendiri. Perubahan secara otodidak yang membuat saya kadang bertanya. "Lo kenapa sih? Kenapa lo jadi begini sih, Er?" Begitu kata hati saya. Dan ternyata teman-teman yang lain juga beranggapan demikian, katanya ada yang berubah dari diri saya. Tapi, saya sungguh tidak ingin seperti ini.

Sudah hampir dua tahun ini masa hijrah saya, masa dimana saya mengevolusikan diri saya menjadi lebih baik. Dan nyatanya saya memang bodoh, saya belum bisa mengendalikan hati yang keruh ini. Padahal, padahal, padahal. Ah... Ternyata bangunan Iman yang saya bangun selama ini sudah hampir roboh.

Baiklah, saatnya bebenah diri. Sudah tidak perlu ditunda-tunda lagi. Karena semakin lama akan semakin menyiksa saja. Mulai sekarang saya gadaikan hati ini kepada Allah, agar tidak ada lagi yang perlu saya ragukan lagi. Insya Allah...

Wednesday, 2 November 2011

MENJADI ORANG BAIK

Bismillaahir rahmaanir rahiim...

Dulu saya pernah ditanya, jika sudah besar saya ingin jadi apa? Tentu menjawab bahwa saya ingin menjadi PENULIS dan seorang PSIKOLOG. Entah bagaimana akhirnya ketika saya mulai berpikir bahwa ternyata cita-cita seperti ini sudah banyak yang menginginkan, tentu akan lebih banyak saingan untuk itu. BERJUANG itu harus, SEMANGAT itu perlu,  IKHTIAR dan BERDOA yang penting.

Teringat perkataan seorang teman yang bilang bahwa kesuksesan itu terbagi menjadi TIGA macam:
Yang pertama: JADILAH YANG PERTAMA. Untuk meraihnya mungkin akan sulit, bukan?
Yang kedua    : JADILAH YANG BERBEDA. Bagaimana caranya? 
Namun jika keduanya tidak bisa dicapai, makan pilihan yang paling tepat adalah
Yang ketiga     : JADILAH YANG TERBAIK. Seberapapun kau mampu untuk itu.

Saya termasuk orang yang banyak sekali memiliki permintaan pada Allah, tidak terhitung malah. Tapi, saya yakin seberapa banyak yang kita pinta Dia akan selalu ada untuk mendengarkan lalu mengabulkannya. :)

Dan sekarang jika ditanya. SAYA INGIN JADI ORANG BAIK, baik itu relatif, kan? Mungkin semua orang memiliki sifat baik. Saya ingin menjadi orang baik yang bisa menularkan kebaikan pula untuk orang lain. Dan untuk sekarang sepertinya saya belum bisa mewujudkannya, sebab saya belum baik tetapi hanya terlihat baik karena Allah yang sedang menutupi Aib saya. Jadi sekarang saya ingin bertanya. Bagaimana menjadi PENULIS yang baik itu? Baik itu yang seperti apa? agar saya bisa menjadi orang baik. Beritahu saya teman. :)


KALIAN HADIR MERINGANKAN BEBAN SAYA, DIK!


Senang sekali melihat kalian, Dik! Kadang tertawa, kadang menangis, kadang juga suka ngadu kalau dijahatin teman. Hahaha... Alhamdulillah kehadiran adik-adik tadi sore kembali membuat saya kembali tersenyum. Ah... saya suka sekali melihat wajah-wajah polos mereka, wajah yang apa adanya seperti tanpa memiliki masalah. Apalagi saat melihat mereka antusias membaca doa, berebut minta dulu-duluan baca Iqro. Begitu semangatnya kalian, Dik!

Seperti tadi, seorang anak menarik-narik jilbab saya sambil ketakutan dan sekadar bicara
"Kak, Dia nakal!" Huh dasar bocah!

Intinya saya merasa lepas sekali jika bersama mereka, seperti menjadi anak kecil lagi, tertawa bersama, sedikit meringankan beban saya. Kangen merindukan suasana seperti ini padahal mah kadang saya merasa kerepotan sendiri kalau udah pada berantem, nangis, teriak-teriak.

Rasanya ingin jadi anak kecil lagi, meskipun masa kecil saya tidak begitu bahagia setidaknya saya cukup dimengerti. Namun, sudahlah. Insya Allah saya Ikhlas...

Jadi inget tadi pas lagi ngajar TPA, ceritanya ada seorang murid yang datang ke saya. Namanya Raffi.
Raffi : Kak, kakak mirip sama kakakku
Saya : Masa?
Raffi : Iya bener, namanya Kak Icha. Mukanya sama suaranya sama cuman Kak Icha nggak pake kacamata
Saya : Oh gitu, kenalin dong sama Kak Icha
Raffi : Ayo kak kapan-kapan ikut
Saya : Memang Kak Icha dimana
Raffi : Di Medan, Kak
Saya : *Ngurut dada* (Deuh kirain mah deket, pake ngajak-ngajak segala lagi)

Lain halnya dengan perbincangan tadi.
Raffi  : Kakak udah nikah, Ya?
Saya : Kata siapa Kakak udah nikah? belum kok.
Raffi  : Ah Kakak bohong ! (idih kok dia yang nyolot yak?)
Saya : Belum, ngapain Kakak bohong
Raffi  : Itu Kakak pakai cincin. *Gubrak* (Hah memang buat yang belum nikah nggak boleh pake cincin apa ya?)
Saya : Memang kenapa kalau pake cincin?
Raffi : Kata Mama kalau pakai cincin berarti udah nikah. Ya kan, Kak? itu cincin kawin kan, Kak?
Saya : *Nyengir* Bukan, Ini cincin hadiah waktu Kakak beli Chiki Zacki. (Jawabannya keren kan?) Dan Raffi percaya, Yess!!

Hahaha seru banget kan kalau udah berbincang sama anak kecil? meski sedikit-sedikit makan hati, tapi itu benar-benar membuat saya merasa dihargai dan dimengerti meski dengan cara yang berbeda...

Ah nanti kalau seandainya udah nikah, nggak mau seperti yang diiklan yang katanya dua anak lebih baik. Apaan coba tuh? Suka-suka dong.. Nanti maunya punya anak minimal tujuh.. itu angka kesukaan saya loh! Hahaha... Udah ah...

Tuesday, 1 November 2011

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH



Hari ini berbeda, tidak seperti kemarin-kemarin. Saya merasa lebih tenang. Sepertinya dunia ingin berdamai dengan saya (Pasti bingung) :D

Mungkin kali ini saya yang harus mengalah. Tak apa deh, saya kan baik. :) Tapi nyatanya saya masih kaku dan belum bisa menjadi seperti dulu yang lepas. Saya sudah mencoba terbuka. Gagal dan gagal lagi meski ternyata ada beberapa teman yang peka terhadap saya. Yang ada saya malah semakin tersiksa. Ya, dinikmati saja.

Hm... Percaya deh kau tidak akan pernah bisa mengerti bagaimana perasaan seseorang sebelum kau berada pada posisi si pelaku (deuileh.) Seperti saya juga yang belum bisa mengerti kalian dengan sempurna. Namun saya masih percaya bahwa saya juga masih membutuhkan teman-teman. Jangan pernah bilang sekali lagi kalau kalian tidak bisa menolong saya. Teman, Kalian telah menguatkan saya. Itu sudah sangat membantu.


Tidak apa jika ada yang menganggap saya aneh, saya benar-benar tidak tahan dengan keadaan seperti ini. Saya hanya ingin jikalau saya hadir dihadapan kalian, saya ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada sekarang, harus lebih kuat, lebih bersemangat, dan lebih dewasa tentunya. Saya juga tidak ingin selamanya seperti ini.

Kali ini saya mengalah, bukan berarti kalah. Doakan saya selalu ya.. :) Semoga hal ini tidak berkepanjangan... Saya juga sebenarnya sudah jenuh...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...