Skip to main content

Ngomongin Resolusi 2012

Haiii Assalamu'alaikum..... ^^

Hm,, orang-orang pada ngomongin resolusi, pada ngomongin rencana-rancana yang akan dilakukan di tahun 2012. Deuh... Mau buat juga sih, seperti tahun-tahun sebelumnya jadi bisa tahu apa aja hal yang bisa tercapai atau nggak sehingga bisa diperbaiki untuk tahun berikutnya, ya nggak sih? ^^

Dulu pernah buat trus dibaca sama orang rumah, abis dikatain, dibilang orang gila. Lagian resolusinya macam-macam. Dih emang gak boleh ya? namanya juga resolusi.. hehehe...
Tapi, kali ini gak mau yang muluk-muluklah, soalnya kata orang punya mimpi jangan tinggi-tinggi tapi ada juga yang bilang selama kita masih hidup maka bermimpilah setinggi-tingginnya. Mau pilih yang mana? Ah ribet ya kan jadi bingung mau pilih yang mana. hehe...

Sebenarnya memang tahun 2011 tahun lalu adalah tahun yang aneh menurut saya. Yup, aneh... tahun di mana saya merasakan hal yang senang sekali sekaligus sedih yang tak terjabarkan. Begitulah, saya juga sebenarnya merasa aneh akan hal ini. Merasa menjadi orang lain, merasa tidak mengenal hati.. Aduh kok jadi curhat colongan begini sih.

Baiklah, mungkin untuk tahun 2012 saya ingin mengutarakan beberapa keinginan yang ingin saya capai. Semoga saja bisa tercapai. Aamiin....

1.)  Saya ingin lebih baik lagi (Yaelah itu mah udah biasa, cuy! *protes) Hm... iya juga juga ya, banyak orang yang menginginkan lebih baik lagi dari pada tahun yang kemarin.Tapi nyatanya memang perubahan ke arah lebih baik itu sulit, ada aja halang rintangan yang menghadang jalan. Biasanya sih gitu. Hehe... Yang saya maksud lebih baik lagi dalam hal kepribadian, lebih sering muhasabah, lebih istiqomah, tsiqoh, bisa sholihah seperti apa maunya Alm. Emak Haji... Sabar, Ikhlas, dan Syukur. Saya harus bisa belajar tiga hal tersebut.

2.) Punya Buku Solo => Bukannya saya mau pindh aliran dari Jakarta ke Solo. Maksudnya tuh bisa buat buku sendiri. Padahal itu resolusi tahun 2011 yang nggak tercapai. Jadi sekarang diresolusiin lagi dah. Biar malu rasanya kalau nggak tercapai. Harusnya tahun ini lebih semangat lagi nulisnya. Kan 19 tahun, usia di mana saya berjanji tidak akan galau, harus semangat! Anak Muda! wkwkwk

3.) Nikah Muda => ehem... Yakin? dih ngeledek banget! Gak salah kan ya? Sepeninggalan Emak, banyak keluarga tau teman-teman yang nyuruh saya buat nikah saja dari pada sendiri gak jelas di rumah. InsyaAllah Bab tentang nikah akan di ulas beberapa hari ini... ciyeeee gak bisa ngomong nih yee...

4.)Kuliah => Yup, saya ingin kuliah, mungkin gak ya? Dulu orang-orang rumah bilang kalau kuliah bisa dapat kerjaan yang enak. Tapi, sebenarnya niat saya untuk kuliah bukan untuk kerja tapi biar bisa nyambung sama temen-temen. Abis kayaknya tulalit saya udah kelewat batas deh. Juga buat nambah pengetahuan yang selama ini hanya menjadi tanda tanya besar di otak saya (maksudnya apa nih?) Rahasia deh pokoknya. Intinya saya ingin kuliah, Jika Allah mengizinkan. Allah kan baik.. :)

5.) Kasih tahu gak ya.... ^^

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…