Skip to main content

HIDUP => MATI

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terpedaya
Akherat nanti tempat pulang kita

            Masih banyak hal yang terlupa, tentang sebuah tempat pulang yang sebenarnya. Saya bahkan hampir tidak menyangka bahwa waktu berputar lebih cepat, entah hanya perasaan atau bukan. Tapi, tidak ada salahnya kan bersiap diri? Saya sedih karena kualitas ibadah saya jauh dari meningkat, menurun malah.

            Dunia ini semakin jahiliyah, padahal dulu saya pernah dengan tegas mengatakan bahwa saya sudah menceraikannya dengan tiga kali talak. Namun, masih saja terpengaruh untuk kembali. Sehingga sering merenung tentang apa-apa yang sudah saya lakukan di dunia ini, sudahkah memberi manfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain? Kadang merasa diri ini begitu egois, masih memikirkan diri sendiri, sehingga melupakan yang ada. Apalah artinya hidup jika hanya untuk bersenda gurau, bersenang-senang tak jelas, yang jelas dunia ini memang sudah mempermainkan saya, atau malah saya yang bermain-main dengannya? Saya sudah lelah, terperangkap dalam kemunafikan yang hampir tidak pernah berujung.

Bukankah setiap solat tidak pernah lepas dari kata Sesunggguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata.ya, hanya untuk Allah saja.

            Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat untuk senantiasa mengingat kematian.
"Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis."
Allah… jikalau waktunya tiba dan saya belum menyiapkan bekal apapun, bagaimana ya? Lalu bagaimana jikalau Allah memanggil ketika saya dalam keadaan penuh dosa? Begitu banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu, dan waktu itu tidak lama lagi, tidak terasa, sekejapan mata.


#Mentok


Chemiti, 13 Februari 2012

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…