Postingan

Menampilkan postingan dengan label Celoteh

Ibu Hamil Harus Selalu Bahagia

Gambar
Katanya kalau lagi hamil kita harus selalu bahagia karena itu pengaruh ke janin kita. Kalau ibunya sedih, nanti bayi yang ada di perut ikutan sedih. Itu yang dikatakan beberapa orang teman, keluarga, hingga suami juga bilang gitu. Oke, saya pasti bisa. Tapi ternyata kenyataannya enggak semudah itu. Sebab bahagia itu enggak bisa dipaksa. Ada masanya sedih juga, baper , sensitif, sampai nangis. Saya juga enggak paham kenapa? Saya mikirnya dulu sebelum hamil saya enggak se - sensitif ini. Kadang kalau merasa dicuekin saya bisa langsung sedih. Dulu saya orangnya cuek lho. Contohnya waktu saya telepon si Aa terus dia enggak angkat telepon saya, padahal saya tahu dia lagi sibuk urus tamu-tamunya. Abis itu saya matiin teleponnya terus nangis sambil peluk bantal sampai saya ketiduran di kamar. Pas bangun saya kayak langsung tersadar gitu. Apaan sih kok kayak bocah banget? Cuma karena enggak diangkat teleponnya aja sampai nangis seakan digebukin orang sekampung. Ngomong-ngomong...

Kembali Normal

Gambar
Saya terbangun di malam hari dan tiba-tiba pengen nulis di blog setelah sekian lama ditinggalkan. Sedikit cerita, sebenarnya awal bikin blog ini saya pengennya all about traveling , tapi karena belakangan ini saya mengurangi jalan-jalan, rencananya sih. Jadi, mohon maaf kalau kali ini saya mulai menyimpang dan malah pengen cerita yang lain. Terkadang fokus saya juga suka berubah-ubah, kadang lagi pengen nulis yang lain jadi saya buat blog baru lagi yang isinya kumpulan surat-surat yang saya tulis untuk orang tertentu, audiobook, musikalisasi puisi, dan segala hal yang saya ingin pelajari lebih dalam. Tidak ada alasan lain selain untuk bersenang-senang, mengisi waktu, dan yah saya ingin saja. Hanya saja belakangan ini saya mengalami semacam kemalasan mengerjakan semua hal ini. Jadi, yang saya lakukan sepulang kerja, kalau tidak baca buku, baca webtoon, main games, nonton film, dan bermalas-malasan di kamar. Besoknya, ya begitu lagi. Urusan tulis-menulis terkadang menjad...

Lima Pencapaian yang Terjadi di 2017

Gambar
Selamat akhir tahun semua ... Sejujurnya saya bingung sih harus mulai tulisan ini darimana? Bahkan, saya jadi berpikir panjang 'Ngapain aja gue di 2017?' Saat awal 2017 saya mencatat resolusi saya dan hasilnya? hmm... mungkin hanya 20% dari rencana itu yang berhasil terwujud. Sisanya? rencana Allah dan itu indah-indah. Alhamdulillah ... Kalau dipikir-pikir 2017 itu benar-benar   menguras perasaan banget, apa-apa bawanya ke hati. Jadi saya berharap tahun depan di 2018 ini, saya enggak cuma pakai hati tetapi pakai otak juga. hehehe... Langsung saja ini 5 pencapaian versi saya di 2017. 1. Buka Kafe Stritpud Alhamdulillah April 2017 kemarin saya bersama 2 orang teman berhasil membuka sebuah kafe kecil-kecilan. Sebenarnya dari kecil saya udah suka jualan sih, makanya saya punya cita-cita kalau saya mau jadi pedagang yang bisa menulis. Itu aja, simpel. Hehehe... Saya merencanakan buka Stritpud itu sejak akhir 2016 dan berhasil buka di bulan Ap...

Menjadi Mata Untukmu

Gambar
“Kak,  apa yang ada di pikiran lu saat pertama kali bertemu dengan orang kayak gw?” Tiba-tiba ada pesan masuk isinya begitu, saya musti jawab apa ya? Ngomong-ngomong teman saya itu tuna netra, entah dia kesambet apa tiba-tiba nanya begitu. Saya jadi ingat pertama kali bertemu dengan teman-teman istimewa, khususnya mereka yang tuna netra, kayaknya yang saya lakukan saat itu cuma mengamati dari kejauhan. Saya masih mikir gimana cara berinteraksi dengan mereka, saya takut kalau saya salah ucap nanti malah menyakiti hati mereka, maka dari itu butuh waktu yang agak lama untuk bisa akrab dengan mereka.  Pertama kali saya berkenalan dengan seorang anak bernama Senna, seorang tunet yang punya minat di menulis.  Dia masih sekolah SMA ketika itu, kami belajar bersama di FLP Ciputat. Saya mikir keras,  ini anak gimana cara nulisnya yaa?  Emangnya dia bisa tahu keyboard itu letak abjadnya ada di mana? Saya aja sering banget typo. Suatu sa...

Refleksi di Awal Tahun 2017 “Tentang Sahabat yang Hilang”

Gambar
(sumber foto: www.vegma.com) Suatu ketika aku pernah berpikir, kita gak akan berkembang kalo terus sama-sama. Inget nggak film 5cm? Saat itu mereka 5 sahabat udah bertahun-tahun temenan, ke mana pun selalu bersama. Sampai akhirnya seorang di antaranya menyadari sesuatu, kok hidup berjalan gini-gini aja ya? Kumpul, nongkrong, ketawa-tawa bareng, saling ledek, asik sih tapi terkadang merasa tidak ada kemajuan satu sama lain. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah beberapa bulan. Trus apa yang terjadi? Mereka bingung harus ngapain, yang biasanya nongkrong bareng tiap hari, tapi sekarang nggak bisa ketemu, nggak bisa ngobrol, nggak bisa teleponan. Emang sih terasa sepi, kangen, tapi mau gimana lagi? Ternyata di balik itu semua ada hikmahnya, ada yang biasanya males nyelesain skripsi eh selama beberapa bulan itu semangat banget buat ngerjain, ada yang sibuk dengan pekerjaannya, ada yang sibuk cari cewek, ada yang jadi lebih produktif dan lain-lain. Apapun itu setidak...

Apes Day (Lagi dan lagi)

Gambar
Entah darimana seharusnya kisah ini bermula... 9 Oktober 2016, adalah hari bersejarah buat saya, Catat!  Kenapa saya bilang bersejarah? Iya, soalnya banyak tragedi! Pertanyaannya adalah: Kenapa harus ada tragedi dulu baru ngeblog ?  WOI, INGET INI BLOG UDAH BULUK MALAH MAKIN BULUKAN AJA DAH! Sebelum mulai nulis tarik nafas dalam-dalam supaya enggak nyesek-nyesek amat... :p Sungguh pembukaan tulisan yang gagal -_- Langsung aja deh, kronologi kejadian di hari Minggu, 09 Oktober 2016 08.00: Siap-siap berangkat ke akad nikahan teman, sendirian!  10.00: Pulang ke rumah. Terus siap-siap lagi ke nikahan teman, sendirian!  Jangan bilang saya jomblo, saya cuma single! Kenapa kok mau sih kondangan sendirian? Emang ada yang salah, yang penting kan makan, hehehe padahal dalam hati meringis. 12.30: Berangkat ke Gramedia Matraman sama Febri, niatnya cari tas, terus dari rumah udah kuatin hati supaya enggak tergoda buku-buku di sana. Ternyata hati saya enggak c...

Aku Tidak Ingin Menjadi Pahlawan

Gambar
Berhubung sekarang saya balik lagi kerja di majalah, terus saya mau berbagi sesuatu dari apa yang sudah saya baca sebagai referensi. Jadi kemarin saya cari referensi tentang hari pahlawan dan keluar beberapa artikel, ada salah satu artikel yang bikin saya tergugah dan bakal saya ceritain disini. Langsung aja yaa... Jadi ada seorang murid perempuan, anggaplah namanya Putri. Nah Putri selalu mendapat peringkat 23 dari 50 siswa di sekolahnya. Makanya Putri selalu dijuluki dengan panggilan nomor tersebut, tapi Putri santai aja anaknya, dia gak marah sedikitpun. Lalu saat lagi kumpul keluarga besar, orangtua mereka membuka topik pembicaraan, masing-masing anak ditanya tentang apa cita-citanya. Tentu saja anak-anak menjawab ada yang mau jadi Polisi, Dokter, Pilot, dll Sementara disaat sesi tanya jawab itu Putri lagi asik ajak main sepupu kecilnya. Akhirnya mereka menyadari kalau hanya Putri yang belum ditanya, karena didesak akhirnya Putri menjawab: “Ketika aku besar ...