Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kenangan

Coretan tentang Perjalanan Kakek dan 3 Cucunya (By:Mbah Lina)

Setiap perjalanan meninggalkan kenangan Dan setiap jejak meninggalkan pelajaran Matahari garang. Saya, dua sahabat (jadi tiga cucu) dan kakek  (^__^V) sudah rusuh saling SMS-an. Apa yang perlu dibawa? Apa yang ketinggalan? Naskahnya udah ada di pikiran kan? Huwaa. Apa ini?!! Cerita punya cerita, kami berempat berencana  hiking . Ceile, berasa kemanaaa gitu. Eh, nggak ding. Masa  hiking  bawa motor? Hahaha. Setelah mempersiapkan segala sesuatu (kecuali yang dadakan. Termasuk lupa bawa rompi lapangan. He) Kami langsung capcus berangkat siang hari bolong ke Ciputat. Bukan langsung sih sebenarnya, coz ada yang harus disiapkan dulu untuk anak-anak FLP Ciputat pelatihan tanggal 12 Oktober 2012 berhubung kami merupakan bagian Kemendikbud yang jadi PJ acara Pelatihan Menulis FLPC. Sampai Ciputat, kami bertiga menuju rumah pustaka (rumpus). Kasak kusuk nyiapain fiksasi acara, sertifikat, nyiapin berkas berkas buat mentoring, dan sebagainya. Temen saya (Erny...

Ku Lepas Kau dari Hatiku

Catatan 2 tahun lalu..... :D Hari ini, ku lepas kau dari hatiku. Sebuah pena ini menjadi saksi bisu. Kau yang dahulu ku kagumi akan perangai indahmu. Namun, seketika luntur hanya karena sebongkah keindahan sesaat yang kau ciptakan sendiri. hebat sekali… kau terkadang bisa menjadi seorang kakak yang bijaksana dalam bersikap. Namun disisi lain kau bisa menjadi seperti seorang adik yang membutuhkan banyak perhatian. Jangan pernah salahkan aku, kau yang memulainya terlebih dahulu. Kau hancurkan semuanya hanya demi menuntut keinginanmu, keinginan yang tidak masuk akal menurut penalaranku. haruskah ku ikuti perasaanku? Tidak! dan maaf ternyata kau sudah lupa dengan ikrar persahabatan kita. Hari ini ku lepas kau dari hatiku. Biarkan ku sapu bersih setiap memori tentangmu, akan ku tambal semua luka hati dengan lem pengikat yang kuat, agar kau tak lagi bisa menjeratku. Kau seperti dajjal yang selalu mengintaiku. Apa kau tidak sadar?? karena kau, aku hampir terlepas dari ...

Bersama Mbak Qadriea

Tulisan saya 2 tahun lalu, pertama kali kopdar sama temen fesbuk.. 18 November 2010 Bismillaahir rahmaanir rahiim… Izinkan saya bercerita tentang pengalaman saya bertemu dengan seorang sahabat dari Dunia perpesbukan mbak Qadriea ku Warastra. Awalnya saya tidak begitu mengenalnya di Dunia Fesbuk, namun suatu saat mbak Qadriea mengetag saya dengan sebuah catatan yang membuat saya tergugah (lebay dikit :D) Catatannya berisikan tentang seputar perjalanannya jalan kaki dari MONAS  ke Cijantung , bayangkan kawan?? Itu jauh sangat loh, saya yang juga hobby jalan kaki juga mikir-mikir dulu kalo kesana, naik bis aja lama banget  mesti ke kp.Rambutan dulu, kalo jalan kaki. Walah... kapan sampenyaaaa??  Di catatannya itu juga disebutkan bahwa beliau sering ke Perpustakaan Nasional yang ada tepat di depan MONAS , loh ternyata mbak Qadriea sering ke perpus toh? Saya juga sering kesana tapi gak pernah ngeh orangnya yang mana. Dan Alhamdulillah tepat hari senin...

Mangga Golek Impian (Bukan) Versi Dang Aji

Nemu tulisan ini, kangen banget sama kak Endah Septyani .. :) Assalamualaikum...       By the way , ini bukan untuk diikutsertakan dalam Anugerah Selaksa Makna Cinta ya... Hanya ingin sedikit bercerita dan memakai judul itu supaya menarik untuk dibaca.  Peace ya , Dang Aji, izin pinjam judul. Kok ya punya pengalaman yang agak mirip dengan isi Antologi SMC halaman 50-68. Yang nggak ngerti saya ngomong apa, sok pesan bukunya sama Dang Aji (iya kaaan?)       Jadi, begini ceritanya (pakai gaya Caroline Zachrie, pembawa acara Kismis)... Ada akun facebook, namanya Erny Binti Sanusi. Emang siapa sih tuh? Masa’  mutual friend-nya  banyak banget. Ah, coba aja ada Lomba  Best Friend Story  jilid 2, pasti bakal saya bikin tentang dia. Nggak ada ya udah, nggak masalah... Ya nggak Ern?? (jangan bilang kalau sekarang kamu lagi deg-degan nungguin catatan ini diposting? Nggak pakai GR ya! Awasss... Glekk!) ...

Meninggalkan atau Ditinggalkan?

Gambar
Untukmu si pecandu tanah gersang, Kau sudah terlihat lunglai telantar, sampai saking gerontangnya dirimu melibas keterasingan. Empat tahun berlalu, tanpa kabar. Kau memutuskan pergi tanpa pamit, Menyelinap diam-diam lalu hilang. Mungkin benar, orang yang berdiri diatas sepatumu tentu saja dirimu sendiri, hidup itu terserah kamu, hidup itu hak prerogratif kita semua. Kau pernah mengatakan itu, dulu, dan aku baru tersadar sekarang. Di dunia selalu ada pilihan, layaknya siang atau malam, terang atau gelap, hitam atau putih, dan lainnya. Dan kau malah memberiku pilihan sulit, meninggalkan atau ditinggalkan? Jujur, bahkan sampai sekarang saya tak ingin meninggalkan siapapun begitu pula ditinggalkan, tak ada seorangpun yang ingin jika ditinggalkan. Ketika diambang kegalauan akut, kau memutuskan untuk pergi, entah apa maksudnya. Saya pikir kita sudah lama bersahabat, sahabat pena tentunya. Meski kau ada jauh di seberang sana. Kita saudara, ya, kita benar-benar saudara ...

Tribute To Emak Haji

Gambar
Bismillahir rahmaanir rahiim... Mungkin saya tidak seberuntung mereka yang bisa hidup dalam naungan keluarga yang utuh, Namun bisa jadi saya setingkat lebih beruntung karena sudah dipertemukan dengan sosok, Emak Haji. Tapi sekarang rasanya berbeda… Semakin sepi tanpanya, saya benar-benar payah. Tidak tahu lagi harus bagaimana. Saya hanya bisa terduduk lemas melihatnya sudah tidak berdaya lagi, tidak seperti dulu. Padahal dulu Emak selalu menunjukkan bahwa dirinya selalu baik-baik saja. Tapi kali ini… Saya memang bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Namun saya sungguh berarti jika dihadapan Emak. Emak yang sering membanggakan saya, menganggap saya anaknya sendiri tak jarang sering bilang pada orang lain Emak anak gadisnya tinggal satu aja, paling bontot . Emak yang selalu membela saya disaat situasi yang tidak mendukung keadaan saya. Dan sekarang mungkin saya akan membiasakan diri hidup tanpanya. 25 November 2011 Jumat 14.30    ...