Postingan

Sepi dan Sendiri

Gambar
Malam-malam kemarin, aku menatap nanar kamar itu Masih seperti dulu, tak berubah Yang berubah setelah kepergianmu yang begitu singkat Tanpa pesan. Namun, begitu banyak kenangan Dan ketika hujan itu datang satu-satu Aku kembali merindu se rindu-rindunya Kadang bertanya Inikah caramu mengajarkanku arti sepi? Saat menyinggahi lemarimu lagi Masih seperti dulu, tak berubah Yang berubah, hanya baju-bajumu yang tak lagi terjamah Namun, masih ada aroma yang tersimpan Ketika gerimis dengan kesejukan yang nyata Aku menengadahkan wajahku ke langit Kadang bertanya Inikah caramu mengajarkanku arti sendiri? Sepi dan sendiri #Merindu sepertiga malam saat kau menepuk tangan lembutmu ketika lelap dan bertanya "Mau puasa, gak?" Di rumahmu, 30 Januari 2011

Menikah Itu

Agak deg-degan juga nulis tema pernikahan. lebay.com banget dah ah. Menikah itu bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal sulit. Katanya sih. Ini mengutip filosofi seorang teman jadi intinya ya sedang-sedang saja. Mengenai resolusi saya tahun ini yang menyebutkan ingin menikah muda. Sebenarnya memang butuh pertimbangan yang matang untuk hal ini. Mungkin bisa saja ada yang menyebutkan saya anak songong yang belagu. Masih muda udah mau nikah, mau dikasih apa anaknya nanti? tapi itu sih hanya pemikiran saya saja toh belum ada yang bilang gitu soalnya. hehehe Pernah sesekali saya bercerita dengan seorang akhwat. "Kalau kakak ingin punya suami yang tahfiz Qur'an, dek." "Subhanallah," kata saya "Kalau Erny memang ingin yang seperti apa?" tanyanya balik.  Waduh, kalau ditanya seperti itu rasanya masih belum pantas untuk sekadar membicarakan masalah seputar kriteria. Memang wajar sih dah saya rasa setiap orang punya kriteria tertentu untu...

Pulang Kampung Part 2

Gambar
Melanjutkan hal yang kemarin-kemarin tuh. Tapi baru bisa di posting sekarang. Maklum belakangan ini lagi banyak kesibukan. Di Bogor banyak hal yang bisa saya lakukan kecuali smsan, teleponan, dan internetan. Karena memang di sana hal-hal seperti itu enggak mendukung adanya jaringan sinyal. Sebenarnya sih saya bingung. Bukannya kalau di atas gunung itu malah seharusnya banyak sinyal ya? kan di atas gitu loh! Eh nyatanya malah enggak ada sinyal. Dan sebenarnya saya sudah lupa ingin melanjutkan cerita apa tentang pulang kampung ini, pasalnya belakangan yang membuat saya ingat itu sms dari teman-teman yang mengajak saya pulang kampung. Ya sudah deh...  Ini adalah rumah yang biasa di duduki anak-anak Pesantren. Sederhana saja, kan? Sangat berbeda jauh dengan pesantren-pesantren modern yang ada di Jakarta. Kalau ini bisa dibilang versi wong ndesonya... Walau bagaimanapun ternyata fasilitas di pesantren ini sangat kurang memadai. Sering mati lampu. Bahan bacaan yang sangat...

Tribute To Emak Haji

Gambar
Bismillahir rahmaanir rahiim... Mungkin saya tidak seberuntung mereka yang bisa hidup dalam naungan keluarga yang utuh, Namun bisa jadi saya setingkat lebih beruntung karena sudah dipertemukan dengan sosok, Emak Haji. Tapi sekarang rasanya berbeda… Semakin sepi tanpanya, saya benar-benar payah. Tidak tahu lagi harus bagaimana. Saya hanya bisa terduduk lemas melihatnya sudah tidak berdaya lagi, tidak seperti dulu. Padahal dulu Emak selalu menunjukkan bahwa dirinya selalu baik-baik saja. Tapi kali ini… Saya memang bukan siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Namun saya sungguh berarti jika dihadapan Emak. Emak yang sering membanggakan saya, menganggap saya anaknya sendiri tak jarang sering bilang pada orang lain Emak anak gadisnya tinggal satu aja, paling bontot . Emak yang selalu membela saya disaat situasi yang tidak mendukung keadaan saya. Dan sekarang mungkin saya akan membiasakan diri hidup tanpanya. 25 November 2011 Jumat 14.30    ...

Sepi Sunyi Sendiri

Gambar
sumber foto: google.com Sepi Sunyi Sendiri Duniaku kembali Tertatih menuju gelombang cinta Hingga aku mengerti: Bahwa pengharapan selalu menyelimuti Sang Pecinta Di sini aku bermuhasabah diri Mengurai pikiran yang ringkih Menelaah jundi-jundi hati yang pernah perih Biarkanlah, aku tahu ini hidupku Aku tak kan membiarkan diriku terjerat lagi Lelah sekali Hanya tertatih menuju abadi, dan tak sampai lagi Biarkan aku bersama angin yang berhembus nyata, Bersama langit yang diintip bulan bintang, mereka ada, tidak samar-samar Mengertilah…

Pulang Kampung Part 1

Gambar
Jreng... Jreng... Jreng...  Alhamdulillah akhirnya jadi juga mudik. Tapi belum puaaaaasss.... masih kangen suasana di sana. Belum sempat ngerujak kelapa ah, gak seru. Entah mengapa perasaan ini makin bebas saja, lega, menikmati suasana di sana itu benar-benar mengobati luka ini. Eh belum semua sih, masih ada yang tersisa, dikit.. xixi Ngarep banget di sana bisa menikmati hujan, nyatanya malah enggak turun. Gimana nih, padahal kan Bogor itu julukannya Kota Hujan masa enggak hujan-hujan barang sedikit :( Tak apa deh yang penting sudah bisa menginjakkan kaki di sana. Saya sudah sangat bahagia.  Dulu katanya saya lahir di desa ini... Tapi kasihannya sampai sekarang saya belum bisa mengerti bahasa Sunda dengan baik dan benar. Lieur euy... Subhanallah ya... Indah banget, selalu rindu dengan desa ini.  Photo ini diambil tadi, cantik, kan? Di sebelahnya ada satu-satunya Masjid. Kalau siang hari halamannya suka dipak...