Postingan

ABSURD

Erny    : Kenapa kau masih di sini? Binsa   : Menunggu tukang cincau lewat Erny    : Kau harus pergi! Binsa   : Makasih, aku udah kenyang kok. Tadi udah makan. Erny    : Kemarin aku nyasar lagi Binsa   : Ternyata kucing-kucing itu lucu juga ya? Lihat deh! Erny    : Perselisihan makin sering terjadi Binsa   : Oh jadi kau yang mengambil kacamataku? ngaku! Erny    : Dia terlalu baik untuk aku tinggalkan Binsa   : Ih, kalo makan nggak boleh ngomong! Muncrat tau! Erny    : Nggak ada maksud apa-apa kok, lagi iseng aja. Binsa   : Eh pengalaman itu lebih berharga daripada duit, tahu! Erny    : Lagian kerjaannya ngerecokin hidup orang aja Binsa   : Tenang, tenang. Ntar juga akan aku sisakan untukmu. Maunya  berapa kilo? Erny    : Keterpurukan ini sangat menyebalkan. Binsa...

H.U.J.A.N

Gambar
Bismillahir rahmaanir rahiim... Hujan, saya suka hujan. Alasan pertama yang sangat sederhana adalah karena hujan memiliki lima huruf, lima itu angka ganjil dan saya suka. Saya senang ditemani hujan. Meski akan menjerit ketakutan jika terdengar suara petir, saya pernah bertanya-tanya mengapa Tuhan menciptakan petir disaat hujan turun? Saya begitu tidak mengerti. Dan ketika petir itu mulai menggelegar di ujung langit, yang saya butuhkan hanyalah bantal untuk menutup muka atau genggaman tangan Emak yang hangat. Katanya, saat hujan banyak orang yang 'RINDU'. Mungkin bisa jadi benar, sebab setiap hujan saya sering menatap lewat jendela kaca yang berembun dan mengingat orang-orang yang sedang saya rindu bahkan sampai menitik airmata. Dan barangkali satu rindu ciptaan Opick juga terinspirasi karena hujan, hujan yang mengingatkannya tentang satu rindu. Ibu. Sejak kecil saya memang sudah menyukai hujan, meski hujan sama sekali tidak mengerti saat atap rumah ...

Hujan Lagi

Dan siang ini kita sama-sama menikmati hujan, tepat diakhir bulan Mei. Awalnya kita hanya menangkap suasana tak biasa, tiada hangat matahari, hanya angin yang berbisik lembut. Tak lama kemudian pohon-pohon mulai menari ke kanan ke kiri. Dan salah seorang dari kita bertanya, "Ayo ada yang bisa jawab gak, apa bahasa inggrisnya HUJAN DERAS?" aku hanya tahu Hujan adalah Rain, lainnya tak tahu. Kita hanya menggeleng sambil (sok) mikir, apa sih artinya? "Jawabanya CAT AND DOG RAIN. Hehe..." Aku heran, setahuku bukankah CAT adalah KUCING, DOG adalah ANJING? Lantas apa maksudnya dengan hujan deras. Entahlah, yang penting hujannya masih setia menemani kita. Sebenarnya kita masih asik berayun-ayun di ayunan ditemani gerimis kecil-kecil. Tapi kita harus masuk, kita tidak membawa payung. Dan yang kita lakukan adalah menatap langit, mengikuti pergerakan awan-awan mendung yang berjalan perlahan. Semakin lama kita yang masih di depan pintu ikut kebasahan, dan kita ...

Belajar dari Ilalang

Gambar
Bismillahir rahmaanir rahiim.... Wahai hati… Jika ditanyakan suatu hal kepadamu tentang ilalang, apa yang akan kau jawab? Jawabannya bisa jadi tumbuhan yang tidak berguna, tidak ada manfaatnya, hanya membuat muak siapa saja yang melihatnya, tumbuhan yang bandel karena sering kali dicabut namun tumbuh kembali dengan cepat. Menyebalkan. Wahai hati… Kau seringkali bertanya, kenapa pula Tuhan menciptakan ilalang yang tiada berguna, penampakannya pun tidak begitu enak jika ditatap dalam keadaan yang lama, mengganggu pemandangan, katamu. Wahai hati… Jika kau tengok tentang suatu hal yang berhubungan dengan bunga mawar nan indah, elok, dan cantik sekali, mungkin kau tidak akan bergeming untuk berpaling karena pesonanya. Namun akibatnya kau bisa saja tertusuk duri tajamnya. Wahai hatiku yang tandus lagi gersang perangainya, itulah dunia. Semakin kau melihat pada keindahannya saja, kau akan semakin...

Lugu sapamu, Bu

Gambar
Bangunlah, Nak." Ceracau sapaan hangat hinggap ditelingaku Aku bergeming, menelantarkan keluguanmu, Bu Kembali mata terpejam, terdengar lagi bisikan syahdu "Nak, Bangunlah." Aku tetap bergeming, mengurung diri di alam mimpi Berlimpah sepotong ilusi Dan aku kembali menelantarkan lugu sapamu, Bu "Hari semakin siang, Nak. Tidakkah kau malu pada ayam yang berkokok lebih dulu?" Jejakmu tertinggal Lagi-lagi menelantarkan lugu sapamu, Bu Kau kembali mengais serpihan rupiah dengan tertatih hingga tepian senja Peluhmu terlihat kasat mata, Luruh dalam keluguanmu Kini, Segalanya hanya kenangan yang tertinggal. #sedang rindu Emak, betapa menyedihkan sendiri itu.

Meninggalkan atau Ditinggalkan?

Gambar
Untukmu si pecandu tanah gersang, Kau sudah terlihat lunglai telantar, sampai saking gerontangnya dirimu melibas keterasingan. Empat tahun berlalu, tanpa kabar. Kau memutuskan pergi tanpa pamit, Menyelinap diam-diam lalu hilang. Mungkin benar, orang yang berdiri diatas sepatumu tentu saja dirimu sendiri, hidup itu terserah kamu, hidup itu hak prerogratif kita semua. Kau pernah mengatakan itu, dulu, dan aku baru tersadar sekarang. Di dunia selalu ada pilihan, layaknya siang atau malam, terang atau gelap, hitam atau putih, dan lainnya. Dan kau malah memberiku pilihan sulit, meninggalkan atau ditinggalkan? Jujur, bahkan sampai sekarang saya tak ingin meninggalkan siapapun begitu pula ditinggalkan, tak ada seorangpun yang ingin jika ditinggalkan. Ketika diambang kegalauan akut, kau memutuskan untuk pergi, entah apa maksudnya. Saya pikir kita sudah lama bersahabat, sahabat pena tentunya. Meski kau ada jauh di seberang sana. Kita saudara, ya, kita benar-benar saudara ...

AKU DAN HUJAN

Bismillahir rahmaanir rahiim... Entah sudah berapa lama saya tidak menulis di sini, Saya rindu sebagaimana saya merindukan Hujan pada musim panceklik. Hujan, datanglah... Temani saya menulis kisah yang belum pernah selesai.                 Hujan sudah jarang datang bulan ini, apa ia bosan? Entahlah. Saya hanya ingin melihat hujan, saya ingin bercengkerama dengan hujan setelah lama tidak berjumpa. Saya ingin menulis ditemani bulir-bulir hujan yang datang satu-satu.                 Kemana larinya engkau? Bukankan hati kita sudah terikat dalam sebuah misi pencarian kisah yang belum pernah selesai. Hujan, Aku rindu... 4 september 2012

My Spirits Back

Bismillaahir rahmaanir rahiim... Alhamdulillah, dua hari puasa...  Saya jadi teringat pertama kali saya mulai ikutan nulis-nulis di fesbuk, ikutan lomba-lomba, belajar bikin puisi, dan lain-lain. Tepatnya pas banget bulan Ramadhan dua tahun lalu. Awalnya saya tergabung dalan grup UNSA (Untuk Sahabat). Saya jadi suka iseng nge-add temen-temen yang suka nulis, mau dia penulis terkenal atau nggak semuanya saya add. Gak peduli saya SKSD, tetapi sambutan mereka manis banget kayak teh sariwangi dikasih gula. Jadilah saya penulis ikut-ikutan. sebelumnya saya juga sudah nulis diary, nulis status, nulis sms, dan nulis rangkuman buku gara-gara dapat tugas dari guru. Pertama kalinya saya ngikutin event nulis buat cerpen dan saya gak lolos, nangis bombay. setiap ada lomba saya selalu ikutan, mau itu lomba cerpen, antologi kisah nyata, puisi yang padahal gue gak ada bakat, dari semuanya saya memang jarang banget menang. kasihan yaaa... :D Namun, saya mulai bisa belajar tentang ke...

Ramadhan Pertama Tanpa Emak

                Siang tadi saya belanja sesuatu ke warung dekat rumah. Lalu seorang ibu-ibu bertanya sama saya.                 “Erny, nanti teraweh di rumah?” Ibu itu tetangga saya. Biasanya setiap Ramadhan tiba di rumah memang selalu buat tempat Sholat Tarawih. Imamnya tidak lain adalah Emak. Tapi, kini Emaknya sudah pergi menghadap Allah. Lantas siapa yang mau diamanahi menjadi Imam?                 Saya menggeleng kepala. Mungkin tahun ini saya akan solat tarawih di Masjid atau di rumah sendirian. Selesai buka puasa biasanya saya memang tidak pernah keluar rumah, sudah menjadi hal yang biasa solat berjamaah dengan Emak. Emak suka melarang kalau saya tarawih di masjid apalagi kalau bareng teman-teman, bisa enggak khusyu’ katanya. Tapi kali ini sudah berbeda.    ...

Catatan Menuju Ramadhan

Waktu cepat banget berlalu. Malah saya enggak nyangka kalau bulan Ramadhan sudah di depan mata, Subhanallah... Tadi sore saya main ke lapangan dekat rumah, sekedar jalan-jalan naik sepeda, ngiter-ngiter bareng bocah-bocah yang tinggal di sekitar rumah. Salah seorang dari mereka bakar petasan, bikin kaget aja. Tiba-tiba temannya nyeletuk. "Eh kok udah pasang petasan? Kan, belom bulan puasa?"  Aaya nyengir.  Emang petasan cuman buat bulan puasa doang? "Gak apa-apa nanti bulan puasa beli lagi." Dan yang ada di pikiran saya adalah (kenapa harus ada tradisi bakar-bakar petasan di bulan puasa?) Saya sih enggak mungkir, waktu zaman saya kecil juga hobi main petasan malah sampai jualan , Biasanya pada banyak yang beli pas habis magrib, habis tarawih, dan habis sahur. Dulu, jualan petasan memiliki keuntungan yang menjanjikan, khusus buat saya waktu SD. Sekarang? Saya kan udah insyaf. Gak tau juga saya insyaf beneran atau karena trauma, soalnya...

Onrust Traveller with Kompas Khatulistiwa

Gambar
Yuhuuuuu..... akhirnya bisa jalan-jalan lagi, meskipun awalnya enggak ada niat sih. belakangan ini emang saya sering bolak-balik Jakarta-Bogor . kalau dihitung-hitung bisa empat kali mondar-mandir dalam kurun waktu seminggu, saya juga sebenarnya bingung sih. ada apaan yaa di Bogor ?? Nah, Sabtu kemarin saya diajak teman buat ikut traveling, wuih ... siapa juga yang nolak kalau di ajak jalan-jalan? Nah Perjalanan kali ini kami ke Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust yang terletak di Kepulauan Seribu. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Pulau Seribu.  Sebenarnya target tahun ini saya memang ada niat mau ke Pulau Tidung . Tapi ketika ada kesempatan ke Pulau Onrust ya ikut ajalah, dari pada enggak sama sekali. Kita kumpul di Kota Tua , saat itu saya cuma kenal sama Kak Lina. Ya soalnya ini orang yang ngajak saya jalan-jalan. lainnya saya enggak kenal, tapi Alhamdulillah sih pada kenalan.. wkwk... Dari Kota Tua kami langsung melanjutkan perjalanan ke Muara Kamal , tempat di ...

tujuh-satu-sepuluh => tujuh-satu-dua belas

Seandainya semudah mengedipkan kelopak mata Aku akan lebih sering melakukannya Seandainya semudah membalikkan telapak tangan Aku akan lebih sering meninggalkannya Kembali lagi ke tanggal tujuh bulan satu. dua tahun yang berlalu, aku masih ingat sekali saat di mana aku mulai belajar mengevaluasikan diriku menjadi lebih baik. Tapi kenyataannya aku masih berjalan di tempat sambil melihat mereka yang lalu lalang, hanya bisa tersenyum getir mendengar sapaan “Dadah aku duluan” kira-kira seperti itu. Atau sekadar bergurau, “Hei, ngapain kamu masih duduk manis di sini? tidakkah kamu merasakan sesuatu.” Mereka yang meninggalkan aku atau aku yang sudah jauh tertinggal. Entahlah. Yang aku tahu aku masih di sini, tak bergerak, pasif. 2011 yang penuh dengan keunikan 2011 yang penuh dengan keanehan Segala rasa bercampur aduk menjadi satu. Senang, sedih, berat, takut, bingung, tawa, intinya kegelisahan terparah sepanjang masa. Semoga tidak terjadi lagi di ta...

Tentang Rindu Kita

Aku masih ingat saat bias matamu menelusup dan bersemayam dalam sadarku Menebarkan bulir-bulir keelokan yang tiba-tiba merasuk rongga dadaku Kamu pernah menepikan hatimu di belantara jiwaku, membuat aku tersadar tentang kata rindu Sekelebat bayangmu singgah Membuatku kembali mencoba mengeja satu demi satu titik pengharapan Aku ingin bertemu, paling tidak ada sesuatu yang akan kuberikan untukmu Dan semoga kamu suka meski tidak seberapa Tapi, kapan? Semoga dirimu baik-baik saja dan semoga kita bisa bertemu dan menumpahkan rindu ini, secepatnya... *Aku rindu menunggumu saat turun bus kota di depan halte Perpustakaan Nasional, hari senin kan itu?* Sebenarnya aku tidak bisa berpuisi ^^

Sekitaran Monas

Tempat kenangan yang pernah saya kunjungi: MONAS Entah kenapa harus MONAS yang jadi nomor satu, yang pasti di tempat ini memang banyak kenangan yang sulit dilupakan. Di sana ada abang-abang penjual ketupat sayur yang enak banget, asli! Pernah juga saya jalan kaki bersama dua orang teman menuju MONAS mentok beli ketupat sayur doang. Dan di tempat itu pertama kali saya beranikan diri untuk bertemu dengan teman facebook, seorang teman yang luar biasa dan sangat istimewa menurut pandangan saya padahal dulunya saya takut diculik. Bersepeda ke MONAS juga jadi hal terindah bersama teman-teman zaman sekolah dulu, meski sempat bertengkar dengan supir angkot di jalanan. 2. Perpustakaan Nasional seberang MONAS Ah, perasaan enggak jauh-jauh dari MONAS. Iya memang enggak jauh, perpustakaan ini asik dan nyaman buat baca buku, diskusi, tapi saya lebih sering numpang internet gratisan, maklumlah, Indonesia, gitu. 3. Halte bus Perpustakaan Nasional, seberang MONAS juga ...