Postingan

Momiji (Review)

Gambar
Judul    : Momiji Penulis : Orizuka Genre : Family, Romance Tebal : 210 hlm Terbit : Mei, 2017 Rating : 3,5/5 Sebelum membaca buku ini saya pernah ikutan meet and greet Orizuka di Gramedia Depok. Dan hasilnya adalah saya ‘kepo banget’ pengin baca. Alhamdulillah bisa ke beli juga bukunya, horeee … Novelnya kali ini masih seputar remaja, romance tetapi masih dalam batas yang sewajarnya, dan juga berbicara tentang keluarga, seperti novel sebelumnya yang saya baca. Ngomong-ngomong soal Momiji, ternyata Orizuka terinspirasi dari perjalanan solonya ke Jepang dan berjanji pada dirinya sendiri untuk menulis novel dengan setting Jepang dan nama tokohnya Momiji, yakni dedaunan yang berubah merah di musim gugur. Untuk tokoh Momiji sendiri digambarkan sesosok gadis yanki  yang urakan dengan rambut orange mekar, suka kabur-kaburan dari rumah, dia juga gadis yang suka berkelahi dengan geng motor, yah intinya tipikal cewek yang suka ngajak berantem g...

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Gambar
Boy Candra Kategori Fiksi (Novel) Penerbit Mediakita 288 halaman Rp. 65.000   Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu. . . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah? Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di s...

Jelajahi Taman Bunga Nusantara #OneDayTrip 2nd

Gambar
Ayoo tebak-tebakan, ini namanya bunga apa? Mainnya ke Taman Bunga? Ngapain coba? Kayak nggak ada tempat lain yang lebih bagus dah! Woi, Indonesia itu luas keleuss ... Diam aja deh! Abaikan kalimat pembuka di atas! Baiklah ngelanjutin kisah perjalanan satu hari saya dari Jakarta ke Puncak, kisah sebelumnya bisa kalian baca  di sini Hari itu jam 11 siang, kita sudah selesai menjelajah satu tempat wisata di daerah Puncak, tepatnya di daerah Cianjur. Bingung mau ngapain lagi setelah itu, awalnya kita memutuskan untuk ke Puncak Pass. Tapi enggak jadi dan langsung melipir ke Taman Bunga Nusantara, jujur aja ingin pengalaman saya pertama kali ke taman bunga. Hm... saya agak malas sebenarnya, lagian kalau cuma mau ke taman bunga dan melihat bunga mah di dekat rumah juga bisa, ada tuh pasar kembang Rawa Belong, kenapa harus jauh-jauh ke Puncak coba? Jadi intinya, saya nggak ada bayangan sama sekali mengenai taman bunga ini, tapi kita tetap berangkat. Sebelumnya kita beli...

Little Venice Kota Bunga, Really Small Town #OneDayTrip

Gambar
Sepertinya udah lama sekali saya enggak menulis kisah perjalanan, padahal tahun lalu saya lumayan sering jalan. Ngakunya sih gak ada ide nulis kalo gak backpacking, eh giliran udahan jalan-jalannya malah pura-pura amnesia. Dasar manusia banyak alasan! (Nunjuk diri gue sendiri!) Belum lama ini saya diajak Ka Pia yang biasa dipanggil Popo sama adek-adeknya, dia ngajak saya pergi ke Puncak dalam rangka kasih kado buat ponakannya yang baru lahir, dengan diiming-imingi jalan-jalan ke kota bunga! Saya mau! Saya ikut! Itu yang pertama kali saya ucapkan.  Pertama saya udah lama enggak ke puncak. kedua perjalanannya gak pakai nginep. ketiga saya emang lagi butuh refresing. (perasaan tiap hari dah butuh refresingnya!) Meskipun perjalanannya enggak pake nginep, tetap aja ujung-ujungnya saya nginap di rumah Ka Pia di malam sebelum perjalanan. Saya takut aja bakal kesiangan apalagi timingnya malam minggu dan artinya kemungkinan besar saya begadang sampai pagi, alhasil bisa engg...

Summer In Seoul (Review Buku)

Gambar
Sebelum ngomongin buku, saya mau kasih tahu salah satu resolusi saya tahun 2017 yaitu membaca 50 buku selama setahun. Artinya harus baca 4-5 buku dalam sebulan atau hitungannya 1 buku dalam seminggu. Begitulah kira-kira, kelihatannya mudah memang, yang susah itu konsistensinya. Hihihi ... Buku pertama yang saya baca di awal tahun ini adalah bukunya Ilana Tan, pasti kalian yang sering ke toko buku udah nggak asing sama nama ini, juga novelnya yang berhubungan dengan musim. Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London. Alhamdulillah saya udah ada ke empat bukunya dari baru mulai dinikmati sekarang. Summer in Seoul, novel ini adalah novel pertamanya Ilana Tan yang terbit 2006. Btw Ilana Tan sendiri saya kurang mengenalnya karena dia gak suka di ekspos, biasanya saya setelah baca buku saya langsung cari tahu penulisnya, dan ternyata Ilana Tan termasuk penulis misterius dan sangat menjaga privasinya.  Baiklah, lanjut ngomongin bukunya. Yup ...

Refleksi di Awal Tahun 2017 “Tentang Sahabat yang Hilang”

Gambar
(sumber foto: www.vegma.com) Suatu ketika aku pernah berpikir, kita gak akan berkembang kalo terus sama-sama. Inget nggak film 5cm? Saat itu mereka 5 sahabat udah bertahun-tahun temenan, ke mana pun selalu bersama. Sampai akhirnya seorang di antaranya menyadari sesuatu, kok hidup berjalan gini-gini aja ya? Kumpul, nongkrong, ketawa-tawa bareng, saling ledek, asik sih tapi terkadang merasa tidak ada kemajuan satu sama lain. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah beberapa bulan. Trus apa yang terjadi? Mereka bingung harus ngapain, yang biasanya nongkrong bareng tiap hari, tapi sekarang nggak bisa ketemu, nggak bisa ngobrol, nggak bisa teleponan. Emang sih terasa sepi, kangen, tapi mau gimana lagi? Ternyata di balik itu semua ada hikmahnya, ada yang biasanya males nyelesain skripsi eh selama beberapa bulan itu semangat banget buat ngerjain, ada yang sibuk dengan pekerjaannya, ada yang sibuk cari cewek, ada yang jadi lebih produktif dan lain-lain. Apapun itu setidak...