Monday, 14 February 2011

pertama kali bikin puisi yang gak ada judulnya...

Wahai Dunia….
Jangan lagi dekati aku…
Jangan lagi ganggu aku..
Aku telah menceraikanmu dengan tiga kali talak...!!!
Tidak ada kata damai buatmu...
Aku sudah teramat lelah dengan segala permainanmu...
Aku lelah sekali bermain-main denganmu...
 Umurmu terlalu pendek buatku..
Perhitungan hisabmu terlalu berat untukku...
Sedangkan bahayamu terlalu besar bagi diriku...
Akh....... Dunia.......
Betapa celakanya diriku bila terus bermain denganmu...
Perbekalanku teramat sedikit...
Sedangkan perjalananku masih teramat panjang,
Dan Berliku-liku.....


catatan: hahaha parah banget ini puisi jadi-jadian. dan dengan pedenya saya posting di catatan Fb..
di kritik juga sih.. masalah titik-titiknya yang kebanyakan.... wkwkwk

PENGANTIN DALAM KHAYALAN (FF)

oleh: Erny Binti Sanusi

Aku hanyalah gadis biasa, pekerjaanku hanyalah menjajakan kue di pinggiran jalan. Aku biasa dipanggil Sarah, aku tinggal bersama ibu dan dua adikku.
Ketika itu aku sedang menjajakan kue di jalananan, Aku mendapati seorang pemuda berjas hitam turun dari mobil mewahnya. Ternyata mobilnya mogok. 

Pemuda itu sedang menelepon kerabatnya meminta bantuan. Aku hanya menatapnya dari jauh. Entahlah, tiba-tiba pemuda itu memanggilku. Aku mendatanginya, masih tetap membawa kue jualanku sambil sedikit merapikan jilbabku yang tersibak angin. Pemuda itu menatapku dengan tatapan elangnya, Aku tertunduk.

Aku tak habis fikir mengapa tiba-tiba pemuda itu membeli semua kue jualanku. Yah gak apa-apa sih namanya juga rezeki. Tapi anehnya kenapa kue yang dibelinya dikembalikan padaku?

”Berikan saja kue-kue ini pada anak jalanan disana, kasihan mereka kelaparan.” Katanya sambil menunjuk kearah anak jalanan di trotoar. Aku hanya menyanggupi permintaannya dan langsung melangkahkan kaki. 

Tiba-tiba pemuda itu memanggilku,
”Hei... Siapa namamu?” Aku menoleh.

”Namaku Sarah, kamu?” Aku bertanya balik

”Aku Galih,” Jawabnya singkat. Aku kembali melangkahkan kaki.

”SARAH... PERSIAPKAN DIRIMU UNTUK PERTEMUAN KEDUA KITA,” Galih berteriak. Apa maksudnya dengan pertemuan kedua

Dua hari kemudian...
Ternyata Galih tidak berbohong. Dia datang kerumahku, hendak mengkhitbahku. Bagaimana mungkin? Aku belum begitu mengenalnya, bercakap pun hanya sebentar. Apa yang diharapkan dariku? Cantik? Aku gak cantik, Kaya? Kalau kaya mah gak mungkin aku jualan kue. Bagaimana pula dia bisa tau rumahku? Begitu banyak pertanyaan yang timbul dibenakku.

”Sudahlah, kamu gak usah memikirkan itu. Aku tau segalanya tentang kamu, dan kamu memang jodohku yang terbaik yang diberikan Allah untukku,” Katanya,

”Kenapa kamu bisa seyakin itu?”

”Kenapa tidak?”
Entah pengaruh sihir darimana yang membuatku menerima pinangan Galih, pemuda yang baik dan hanif. Semoga bukan sekedar omongan saja.
Tibalah saatnya kami walimahan, tidak tanggung-tanggung Galih menyewa hotel berbintang untuk pernikahan kami. Pesta sangat mewah yang belum pernah aku rasakan hingga saat ini.

Dan.....

”Kak... Kak Sarah.... Jangan melamun dong!” seorang melambaikankan tangannya didepan mukaku dan membuyarkan lamunanku. Astagfirullah ternyata aku hanya berkhayal tingkat tinggi. Pemuda itu masih sibuk dengan mobil mogoknya. Aku hanya tertawa dalam hati.


(333 kata termasuk judul)

Jakarta, 05  september 2010

FF Bukan Cinta Ala Valentin's Days

Penyesalan
oleh: Erny Binsa

               Agus menjalani hari-harinya seperti biasa. Namun, ada satu hal yang menjadi ganjalannya selama ini yaitu ia gak punya cewek padahal hari valentine tinggal beberapa hari lagi. Sebenarnya Agus sering sekali nembak cewek tapi sayangnya gak ada seorang cewekpun yang khilaf mau jadi pacarnya.
      
          Di rumah Agus memasang muka  paling BT. Ia kesal sekali kenapa harus ada hari Valentine? Kenapa juga tiap hari Valentine ia harus menjalaninya tanpa seorang kekasih.

                “Gus, elu kenapa? Muka lu lecek amat,” Tanya Mpok  Jamilah.

                “Ah mpok mah ngeledek mulu,” Jawab Agus makin gondok.

                “Lah siapa yang ngeledek? Memang kenyataannya begitu kok,”

                “Gue lagi bingung nih Mpok, bentar lagi kan 14 Februari,” Kata Agus.

                “Kenapa emang?”

                “Ah Mpok mah gak gaol, hari Valentine Mpok, hari kasih sayang,” Jawab Agus, Mpok Jamilah hanya begidik kebingungan.

                “Kata siapa lu 14 februari hari Valentine?  Hari senin kali, lah kan kita ada acara arisan keluarga Gus, semua keluarga kudu ikut sekalian ada pengajian,” Kata Mpok Jamilah.

                “Pengajian? Ah gue gak mau ikut, orang lain lagi pada asyik-asyik pacaran malah disuruh ikut pengajian,” Jawab agus langsung  ngeloyor pergi, Mpok Jamilah hanya geleng-geleng kepala.

@@@
                Sehari sebelum hari Valentine, tanpa di duga dan tanpa disadari akhirnya pucuk di cinta ulam tiba. Seorang gadis bernama Desi tiba-tiba saja menerima cintanya. Padahal Agus juga udah lupa kapan nembak cewek yang namanya Desi saking banyaknya cewek yang ditembak.

                ‘Kapan ya gue nembak ini anak? Kok bisa lupa sih? Ah biarin aja, rezeki gak boleh di tolak,’  Gumamnya.

                Akhirnya Agus mengajak Desi untuk merayakan hari Valentine. Kebetulan Agus di undang teman-temannya untuk pergi ke club di pusat kota. Dengan senang hati Agus datang bersama dengan pacar barunya Desi. Banyak sekali pasangan-pasangan yang hadir pada malam itu, dengan pakaian yang serba seksi dan bahkan sudah tidak memiliki rasa malu. Agus terheran-heran melihatnya, ia merasa asing sekali di tempat itu, dan sebelumnya Agus gak pernah sekalipun pergi ke club, Desi juga tampaknya masih wong ndeso banget. Ia hanya bengong dan mengikuti langkah Agus.

                Sudah hampir jam 12 malam suasana semakin mencekam, tak ada tanda-tanda pesta akan di hentikan. Semua orang bagaikan di butakan oleh cinta (baca:nafsu). Kebanyakan dari mereka sudah mulai mabok. Agus ingin sekali pergi dari tempat itu, namun ia gak di izinkan oleh teman-temannya. Dia malu dibilang anak mamy yang pulang sebelum semua acara selesai.

                Di tengah hingar bingar suara musik yang menjadi-jadi di tambah banyaknya para pasangan yang mabok. Tiba-tiba ada suara yang tak semestinya. Suara mobil polisi yang telah mengepung clubbing. Anggota polisi mulai bekerja dan menangkap orang-orang di dalam club, ternyata sedang ada razia. Agus yang masih berumur dibawah 17 tahun akhirnya tertangkap polisi dan masuk ke dalam bui.

               Rasa penyesalan tiba-tiba hadir dalam benak Agus.
                 “Valentine sialan! Katanya hari kasih sayang, malah dipenjara gini gue. Mpok…… mending gue ikut pengajian aja tadi… hiks…” Agus menjerit di penjara.

(467 kata)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...