Thursday, 26 April 2012

tujuh-satu-sepuluh => tujuh-satu-dua belas

Bismillahir rahmaanir rahiim…

Seandainya semudah mengedipkan kelopak mata
Aku akan lebih sering melakukannya
Seandainya semudah membalikkan telapak tangan
Aku akan lebih sering meninggalkannya


Kembali lagi ke tanggal tujuh bulan satu. dua tahun yang berlalu, aku masih ingat sekali saat di mana aku mulai belajar mengevaluasikan diriku menjadi lebih baik. Tapi kenyataannya aku masih berjalan di tempat sambil melihat meraka yang lalu lalang, hanya bisa tersenyum getir mendengar sapaan

“Dadah aku duluan” kira-kira seperti itu. Atau sekadar bergurau,

“Hei, ngapain kamu masih duduk manis di sini? tidakkah kamu merasakan sesuatu.”
Mereka yang meninggalkan aku atau aku yang sudah jauh tertinggal. Entahlah. Yang aku tahu aku masih di sini, tak bergerak, pasif.

2011 yang penuh dengan keunikan
2011 yang penuh dengan keanehan
Segala rasa bercampur aduk menjadi satu. Senang, sedih, berat, takut, bingung, tawa, intinya kegelisahan terparah sepanjang masa. Semoga tidak terjadi lagi ditahun-tahun berikutnya sampai akhir batas usiaku.

Belajar untuk tidak lagi bertanya “Kenapa?”
Belajar untuk tidak lagi berkata “Seandainya…”
Karena inilah kenyataan hidup, bukan mendramatisir diri seperti dalam sinetron-sinetron.
Aku seperti tidak mengenal diriku sendiri, jauh, jauh, sangat jauh… hingga akhirnya semua sudah selesai. Sudah cukup bermain-mainnya. Terperangkap dalam kemunafikan yang tidak pernah berujung. Astagfirullah…


Aku hanya ingin mendapatkan suasana cair seperti dulu, menyenangkan. Kita berbicara tentang apa saja. Tidak dingin, tidak merasa menggurui atau digurui. Aku harus belajar lebih banyak lagi. Pengalaman ini membuat aku berpikir keras, terlalu banyak hal penting yang tidak kupedulilan, terlalu banyak hal bodoh yang aku lakukan.
Maukah kalian mengajariku segala hal tentang hidup? tentang sebuah hal yang tidak terdefinisikan. Tentang tiga kata yang sulit aku jalani (SABAR, IKHLAS, SYUKUR). Sebab aku ingin memulainya dari nol.


tujuh-satu-sepuluh => tujuh-satu-dua belas
Tepat dua tahun masa hijrahku



Kolong langit, 7 Januari 2012

TENTANG RINDU KITA

Aku masih ingat saat bias matamu menelusup dan bersemayam dalam sadarku
Menebarkan bulir-bulir keelokan yang tiba-tiba merasuk rongga dadaku
Kamu pernah menepikan hatimu di belantara jiwaku, membuat aku tersadar tentang kata rindu

Sekelebat bayangmu singgah
Membuatku kembali mencoba mengeja satu demi satu titik pengharapan
Aku ingin bertemu, paling tidak ada sesuatu yang akan kuberikan untukmu
Dan semoga kamu suka meski tidak seberapa
Tapi, kapan?

Semoga dirimu baik-baik saja dan semoga kita bisa bertemu dan menumpahkan rindu ini, secepatnya...


*Aku rindu menunggumu saat turun bus kota di depan halte Perpustakaan Nasional, hari senin kan itu?*

Sebenarnya aku tidak bisa berpuisi ^^

ZAMAN EDAN ZAMAN GALAU

Katanya sekarang lagi zamannya anak-anak galau. Deuh nyebutnya aja gimannnaaaa gitu… Zaman galau? ada juga zaman reformasi, zaman Ayu Ting-ting, Zaman Showimah. What?

            Iseng-iseng saya memang suka jadi pemerhati status-status para galauers, kayaknya anak-anak galau malah bikin komunitas tersendiri. Pernah suatu hari saya dimasukkan ke dalam grup anak-anak galau. Apaan nih? Aku kan bukan anak galau, aku anak SGM! Dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari grup tersebut. Takut nular ah, katanya kan galau itu menular. Udah kayak penyakit aja!

            Pernah juga ketika saya buka beranda tiba-tiba ada status anak galau yang muncul:

Status Pagi : Saya sedang galau… (Gak penting!)
Status  siang : Pusing… (banyak obat di warung, tuh!)
Status sore: Bete banget… (Goyang gayung aja biar gak bete)
Status malam: Hidup segan mati tak mau (Bunuh diri aja deh…)
Ya Ampyuuunnn… Menderita Sekaleeeeeee hidupmuu… hehehe…
            Hm… kalau saya termasuk anak galau bukan ya? *Gak kuku deh*

            Saya pernah merasakan dilema akut yang hampir menuju titik kegalauan, halah… Hanya saja saya jarang sekali menunjukkan keadaan saya dalam status, paling di wall akun yang satu lagi… *Apa bedanya dodol!*

            Saya juga pernah berkomentar di status seorang teman yang masih dalam tema ‘Galau’.
            “Galau mulu, buang-buang umur aja! :p”
            “Biarin aja sih, suka-suka gue. Lu mah enak, kalau lagi galau tinggal ngadu sama akun yang satunya.”

           *gubrak*
            Hahaha… Nyindir banget… Itulah gunanya punya akun Fesbuk lebih dari satu, Fren! xixixi

            Ya, saya memang suka ngadu sama akun saya yang satunya, nggak jelas memang. Tapi, lebih baik daripada dibuat di status yang kudu dibaca banyak orang. Sedangkan ini tujuannnya jelas hanya untuk satu orang saja, ya diri saya sendiri. Namun, kadang ada beberapa teman yang menganggap saya aneh binti sanusi. Sekadar kirim inbox.

            “Er, Gila lu ngomong sendiri. Obatnya abis ya? sini gue anterin ke dokter.” kata seorang teman.  Padahal menurut saya ini adalah salah satu hal jitu yang membuat saya bangkit semangat kembali. Ada sisi dalam jiwa saya yang selalu membuat saya optimis. Dan itulah hati… cieeee…

            Dan menurut saya hal yang saya lakukan bukanlah sebuah kegalauan, hanya sebuah curahan yang saya tujukan kepada hati saya sendiri. weitss…. berat.

            Intinya sih, saya sedang menyelamatkan diri saya sendiri dari virus galau itu. Kalau lagi iseng-iseng buka status-status zaman sekolah dulu. Duh… kayaknya gue gak ada bedanya sama anak galau zaman sekarang deh! Ampuuun… nggak banget dah!

            Semakin lama di dunia ini semakin banyak orang yang sakit jiwa, edan!… Hayooo selamatkan diri kita dari virus itu, CEMUNGUDHHH!! *alay.com*

*Ini bukan catatan galau kan, ya?* xixi Iseng…



Chemity, 16 Januari 2012

TEMPAT-TEMPAT KENANGAN


Tempat kenangan yang pernah saya kunjungi:
  1. MONAS
Entah kenapa harus MONAS yang jadi nomor satu, yang pasti di tempat ini memang banyak kenangan yang sulit dilupakan. Di sana ada abang-abang penjual ketupat sayur yang enak banget, asli! Pernah juga saya jalan kaki bersama dua orang teman menuju MONAS mentok beli ketupat sayur doang. Dan di tempat itu pertama kali saya beranikan diri untuk bertemu dengan teman fesbuk, seorang teman yang luar biasa dan sangat istimewa menurut pandangan saya padahal dulunya saya takut diculik. Bersepeda ke MONAS juga jadi hal terindah bersama teman-teman zaman sekolah dulu, meski sempat bertengkar dengan supir angkot di jalanan.


2. Perpustakaan Nasional seberang MONAS

Ah, perasaan gak jauh-jauh dari MONAS. Iya memang nggak jauh, perpustakaan ini asik dan nyaman buat baca buku, diskusi, tapi saya lebih sering numpang ngenet gretongan, maklumlah, Indonesia, gitu.

3. Halte bus Perpustakaan Nasional, seberang MONAS juga

Tempat menunggu paling romantis. Cie, cie…  di sana untuk pejalan kaki ada rambu lalu lintasnya juga, jadi iseng suka pencet-pencet tombol padahal nggak nyebrang. Belakangan ada sms masuk yang ingin dibelikan roti kacang yang suka mangkal di halte ini, entah kapan.

4. Masjid Istiqlal, nggak jauh dari MONAS jalan kaki juga sampe

Tempat ini juga berkesan sekali, banyak kenangan terindah yang tertinggal di sana.

5. Bundaran HI, jalan kaki juga kalo dari MONAS.

Berkenalan dengan anak jalanan, kami banyak berbincang di sana, Tapi entahlah, mereka semua menghilang. Di sana juga melihat syuting film, ada Tamara blesenski (gitu gak sih tulisannya?). Sebenarnya seorang teman ngajak melihat lebih deket. Tapi nggaklah, takutnya nanti sutradaranya malah ngejadiin kita pemeran utama lagi dan menyingkirkan Tamara, takut terkenal. Kan, nggak lucu. :p  

6. Taman Ismail Marzuki, Lumayanlah kalo dari MONAS

Pertama kali ke sana waktu SD untuk berwisata ke planetarium. Dan nggak nyangka untuk ke dua kalinya saya ke sana malah nyasar sampai ke Jati Negara, niatnya mau Kopi darat juga sama teman fesbuk. Gara-gara hal ini saya jadi korban celaan dia. Ah gak apa-apa, tapi makasih udah dibayarin nonton teater.  Mau lagiiiii…

7. Kota Tua, Lumayan deketlah dari MONAS naik mobil sekali

Pokoknya suka aja kalo ke sini, suasananya memang ramai. Tapi ada hal yang tak bisa saya ceritakan di sini. halah…

8. Taman Komodo, kalo dari MONAS lumayan jauh.

Nggak tau juga siapa yang menamakan taman ini taman komodo, padahal nggak ada komodo di sini. Tempat ini biasa dijadikan tempat untuk bolos masa sekolah dulu (Nakal!). Sebagai markas yang paling keren, pernah juga waktu itu saya dan teman-teman gak ikut ujian karena belum bayaran dan pergi ke tempat ini. Kami nangis bersama gara-gara takut pulang ke rumah. Ah… konyol!
di taman ini memang nggak terlalu ramai, tapi ada ayunannya. Saya nggak pernah mau ngalah kalo naik ayunan.

9. Bumi perkemahan Cibubur, Lumayan jauh banget dari MONAS

Kembali ke memori empat tahun yang lalu, sewaktu acara Raimuna Nasional. Kebetulan saya dan tiga orang teman mewakili sekolah menjadi panitia di sana. Banyak bertemu orang-orang baru dari seluruh Indonesia juga Asean, seruu… Nyatanya waktu sebulan nggak cukup lama  untuk kebersamaan ini, mau ikut lagi. Padahal cuma bisa bengong saat peserta bicara pakai bahasa daerahnya masing-masing. Ah… Kangen teman-teman SENBUD terutama anak Film dan teater.

10. Masjid Al-Muhajirin, lebih deket dari Taman Komodo daripada dari MONAS

Masjid yang paling pas untuk menyendiri. Muhasabah.

11. Stasiun Bogor, Itung sendiri aja jaraknya dari MONAS

awal pertama saya beranikan ke sana sendiri saat kelas tiga SMP, lalu pulang lagi. Gak punya arah dan tujuan. Trus masalahnya apa? kenapa dimasukin juga ke daftar ini?

12. Dinas Peternakan, Jauh dari MONAS

Tempat perkumpulan para pejuang untuk rakyat palestina, meski baru ke sana sekali. Tapi, banyak pengalaman yang saya dapatkan.

13. Ragunan, lebih deket ke Dinas Peternakan daripada dari MONAS

Saya nggak pernah mengerti mengapa setiap ke sana sandal saya selalu putus atau sepatu saya ngangap. Sudah ke tiga kalinya kejadian seperti ini terulang. Tanya kenapa?

14. Desa Purasari, Jauh banget-banget dari MONAS

Desa yang nyaman dan tentram, perjuangan ke sana harus memiliki fisik yang kuat untuk berjalan kaki ke atas gunung sekitar 4 km. ada air terjunnya juga yang biasa di tempuh dalam waktu tiga jam dengan berjalan kaki dari desa tersebut. itulah desaku. wkwk…

15. Yogjakarta, lebih dekat ke hatiku daripada dari MONAS

Di sana saya bertemu dengan seseorang yang istimewa, kami sama-sama berjalan menuju  malioboro sambil bergenggam tangan, lalu beranjak ke Borobudur dan prambanan, kami juga naik delman, waktu itu saya duduk depan di samping pak kusir yang sedang bekerja, tak lama terdengar suara sepatu kuda. tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk. Yeee kok malah nyanyi. Di sana kami juga belajar bagaimana cara membatik. Tapi, sayang banget saya ke sana hanya dalam mimpi. *gubrak*

Sebenernya masih banyak tempat-tempat lainnya, cuman yang tiba-tiba hadir dalam memori hanya ada segini aja. :)
sekian dari saya, 

wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh..  :)



Salah Satu Tempat kenangan,

Sepuluh Februari duaribuduabelas

HIDUP => MATI

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terpedaya
Akherat nanti tempat pulang kita

            Masih banyak hal yang terlupa, tentang sebuah tempat pulang yang sebenarnya. Saya bahkan hampir tidak menyangka bahwa waktu berputar lebih cepat, entah hanya perasaan atau bukan. Tapi, tidak ada salahnya kan bersiap diri? Saya sedih karena kualitas ibadah saya jauh dari meningkat, menurun malah.

            Dunia ini semakin jahiliyah, padahal dulu saya pernah dengan tegas mengatakan bahwa saya sudah menceraikannya dengan tiga kali talak. Namun, masih saja terpengaruh untuk kembali. Sehingga sering merenung tentang apa-apa yang sudah saya lakukan di dunia ini, sudahkah memberi manfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain? Kadang merasa diri ini begitu egois, masih memikirkan diri sendiri, sehingga melupakan yang ada. Apalah artinya hidup jika hanya untuk bersenda gurau, bersenang-senang tak jelas, yang jelas dunia ini memang sudah mempermainkan saya, atau malah saya yang bermain-main dengannya? Saya sudah lelah, terperangkap dalam kemunafikan yang hampir tidak pernah berujung.

Bukankah setiap solat tidak pernah lepas dari kata Sesunggguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata.ya, hanya untuk Allah saja.

            Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat untuk senantiasa mengingat kematian.
"Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis."
Allah… jikalau waktunya tiba dan saya belum menyiapkan bekal apapun, bagaimana ya? Lalu bagaimana jikalau Allah memanggil ketika saya dalam keadaan penuh dosa? Begitu banyak pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu, dan waktu itu tidak lama lagi, tidak terasa, sekejapan mata.


#Mentok


Chemiti, 13 Februari 2012

HAMPA

Mengais serpihan sepi yang menelusup
Sunyi itu menikam, menelantarkan hati dengan jerit ketakutan
Merambah hingga ke pucuk getar sayup
Sedu sedan, menasbihkan kata melibas keterasingan

Sepotong senyum yang ada pada arakan senja

Mengusik sepi menjadi tawa merekah
Menatap nanar segulung kehampaan
Sampai hujan menghapus puing jengah

Dan

Aku berpayung pada satu jejak langkah
Tertatih menuju dermaga cahaya ungu
Mencercap lugu sapa yang memagut kisah
Hingga mimpi bertekuk ilusi menjadi nyata



Kamis, limaaprilduaribuduabelas


Persinggahan Nila

MIRIP ARTIS? WHAT?

Bismillahir rahmaanir rahiim....


Saya pernah mendengar ada orang berkata, bahwa di dunia ini kita memiliki tujuh orang kembaran yang sama persis dalam hal fisik. Tetapi tingkah lakunya berbeda. Saya juga kurang ngerti juga sih maksud dari kembaran ini tuh apa? Karena setahu saya yang namanya anak kembar bisa di kategorikan dalam dua hal
  1. Anak kembar lahirnya barengan, satu ibu, satu bapak, satu perut, seperjuangan deh pokoknya.
  2. Anak yang dianggap kembar karena sering jalan bareng. Misalnya nih ada dua orang sahabat yang sudah biasa kemana-mana berdua, gak jarang ada yang nganggep mereka anak kembar meski beda.
Nah, untuk yang kembar dalam hal ini saya masih cari tahu apakah benar atau tidak? Truskalau seandainya kembaran kita ada di depan kita trus apa yang harus kita lakukan? kenalan?

Tapi memang tidak dipungkiri bahwa kadang ada juga orang-orang tertentu yang secara tidak langsung sekilas terlihat mirip, Saya dulu pernah janjian dengan seorang teman di sebuah taman. Sudah terlihat teman saya ada di depan sana, saya semakin mendekat dan niat ingin mengagetkan teman saya dari belakang. Yang terjadi apa coba? Yup, orang itu bukan teman saya. Hanya mirip dari belakang doang. Malu juga kan rasanya kalau salah orang? Kalau inget kejadian itu jadi pengin cakar-cakar muka kamu. (siapa?)

Eh tapi nggak jarang juga ada yang bilang kalau saja juga sekilas mirip, saya garis bawahi dan saya tebelin nih ya hurufnya SEKILAS DOANG! mirip.

Ceritanya waktu awal-awal saya masuk SMA ada seorang teman yang bilang kalau saya sekilas mirip Siti KDI, kenal kan? kalau saya sih kenal cuma si Siti gak kenal sama saya. Saya pikir ini orang matanya belekan kali ya? masa kok bisa-bisannya saya disamakan dengan penyanyi dangdut itu. Gak rela! Siti KDI yang gak rela, kalau saya mah enjoy aja dibilang gitu.. hehehe…

bukan hanya sekali itu aja saya dimirip-miripin sama artis, tapi seiring berjalannya waktu ada juga teman yang bilang saya mirip sama artis Alisha Subandonya bagus sekali.. :D Gila, penghinaan ini! Benar-benar penghinaan buat Alisha! pamornya langsung turun drastis gara-gara dimirip-miripin sama saya. Konyol memang. Dan saya rasa teman saya itu memang harus di install ulang deh otaknya juga hatinya supaya nggak terjadi fitnah yang berlebihan ini. Jujur aja sebenernya sih saya merasa tersanjung banget, meskipun saya tahu tersanjung udah selesai sampai edisi ke 7 atau 8 ya? lupa, soalnya sinetron ini udah lama banget sih (Lah ini ngomongin tersanjung apaan sih?) Yah sudahlah lupakan, kembali ke topik. Ada yang udah kenal sata topik?

Baiklah, udah dua artis yang SEKILAS, KATA TEMEN SAYA, MIRIP sama saya..(Hoeeekk!!) *tersipu-sipu aslinya*

Nah kali ini saya yang merasa mirip sama seorang artis fenomenal. Asmirandah kenal kan? Duh pas baca namanya saya yakin yang baca tulisan ini udah nyiapin apapun buat nimpuk saya. hehehe… Santai-santai… Memang sih, secara kasat mata saya memang nggak beda jauh sama si Amirandah ini. Paling cuma beda Emak, beda Bapak, sama beda nasip aja kok. dan wajah sebenernya sih gak sama, jauh cakepan saya dikit, banyakan dia… hehehe…

Gak apa-apa ya sekali-kali narsis dikit, biar gak stress… :D yang gak setuju, silahkan lempar pake sarung tinju..
Nah, udah ketemu tiga kembaran. Tinggal nyari yang 4 lagi nih.. :D

Ya cukup sekian dari saya, semoga yang baca sedikit terhibur dan segera menemukan kembaran-kembarannya. Seperti saya ini.. *masihaja* xixixi

Wassalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh…



Erny Binsa
Persinggahan Nila,
duapuluhenamaprilduaribuduabelas

Friday, 20 April 2012

HIDUP ADALAH PILIHAN

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis di blog ini, dan kali ini saya akan bercerita tentang sebuah pilihan hidup. Ada yang bilang bahwa hidup adalah memilih, dan manusia macam apa yang tidak melakukan pilihan?

Berat sekali rasanya jika kita dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk dipilih, terlalu rumit dan butuh waktu lama untuk berpikir, agar kita tidak salah langkah.
Kalian pernah merasakannya? Pasti pernah, saya saja sering sekali kok. Tapi kali ini berbeda, sangat jauh berbeda, pilihan ini lebih sulit dari yang lalu-lalu. Saya bahkan butuh waktu yang sangat lama untuk berpikir tentang positif dan negatif dari segala hal yang saya pilih. Dan saya memilih... 

Meski ada hal yang harus dikorbankan, tetapi saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya pilih. Dan saya termasuk orang yang suka tantangan, petualangan. Bahkan ada yang menyebut saya adalah si Pengecut yang Nekat! Saya ingin lepas dari kata itu, saya ingin membuktikannya.

Tetapi, ada hal yang jauh lebih penting. tentang satu kata "Meninggalkan", saya lebih biasa mendapatkan kata "Ditinggalkan" daripada "Meninggalkan" dan itu begitu sangat berat buat saya. Sungguh...

Apapun yang kita pilih, semoga itu adalah yang terbaik untuk semuanya. Bahwa pergi bukan berarti ingin meninggalkan untuk selama-lamanya. Tetapi memang pada dasarnya hukum alam jikalau sewaktu-waktu ketika ada pertemuan maka satu hal yang tidak boleh terlupa adalah perpisahan. :)

Maafkan saya, tidak bermaksud menyakiti. Sama sekali tidak. Tetapi memang ini adalah konsekuensi dari apa yang sudah dipilih. Dan mungkin manusia harus bisa menyadari bahwa selamanya kita tidak akan pernah bisa bersama terus, meski saya sangat yakin bahwa pertemuan itu akan lebih indah.. sangat ini, sebab Allah yang akan mempertemukan kita lagi dengan cara yang indah.. :)

Tuesday, 17 April 2012

Teknik Menghafal Al qur'an

Teknik Menghafal Al qur'an
1. Persyaratan Utama
    - Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
    - Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga Al qur'an
    - Istiqomah sampai Ajal Musamma
    - Menguasai membaca Al qur'an dengan benar (tajwid dan makhrojal huruf
    - adanya seorang pembimbing. (alhafiz/hafizah)
    - Minimal sudah pernah Khatam Al qur'an 20 Kali (dg membaca setiap ayat 5 kali)
    - Menggunakan satu jenis mushaff Al qur'an
    - Menggunakan pensil/ballpen/stabilo sbg pembantu
    - Memahami ayat yang akan di hafal.

2. Teknik
    - Persiapan. Kewajiban utama penghafal Al Qur'an setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar
                       dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti :
                        a. Sebelum tidur malam melakukan persiapan dg membaca dan menghafal satu halaman 41x (tdk                                            mendalam)
                        b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tadi dg mendalam dg tenang dan konsentrasi
                        c. Ulangi terus hafalan tersebut sampai benar-benar di luar kepala.
    - Pengesahan (tashih/setor)
                        a. Memberi tanda kesalahan dg mencatatnya.
                        b. Mengulang kesalahan sampai benar oleh ustad
                        c. Bersabar untuk tidak menambah hafalan jika blm dikuasai
    - Muraja'ah (pengulangan/Penjagaan)
                        jangan dulu pulang sebelum di ualng beberapa kali

3. Macam-macam metode menghafal Al Qur'an
    1. Sistem Fardhi.
        Ikuti langkah ini secara berurutan dg tertib.
        - Tenang dan Senyumlah.. jangan tegang.
        - Bacalah ayat yang akan dihafal  hingga terbayang dengan jelas di dalam pikiran dan hati
        - Hafalkan Ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya.
        - setelah itu pejamkan kedua Mata.
        - Bacalah dg suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
        - Bacalah dg suara keras (mata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
        - Ulangi sampai 3 Kali hingga hafalan benar-benar kuat.
        - Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah
        - Jangan pindah kehalaman baru sebelum hafalan lama sudah kuat.
        - Penggabungan Ayat-ayat yang sudah dihafal 
          ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga. akan tetapi harus difabungkan terlebih
          dahulu  dg langkah-langkah berikut :
            - Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konstentrasi
            - Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsterasi dan tenang
            - Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar kuat. begitulah seterusnya,
              pada tiap-tiap dua ayat harus dgabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi
              kesinambungan hafalan
            - Mengulang dari ayat belakang ke depan dan dari depan ke belakang
            - Semuanya di baca dg suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata terpejam)
            - Begitu seterusnya. setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz
              sebelumnya.

    2. Sistem Jama'i
        Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca
        hafalan bersama-sama  secara jahri (keras) dengan:
            a. Bersama-sama baca keras
            b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus
                membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian. Sistem ini dalam satu majlis
                diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal     
                2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
                a. Persiapan:  
                    1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah
                    2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
                    3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama
                        sesuai dengan instruksi  ustad/ustadzah
                    4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman
                        baru dan muroja'ah hafalan lama
                b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
                    1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai
                        dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama
                    2. Setor hafalan baru:
                        a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama- sama
                        b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk
                            disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.
                        c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.
                    3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal).
                        Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner,
                        atau partnernya sedang         berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya
                        dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama,
                        jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk
                        salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

                c. Muroja'ah ditempat:
                    1. Kembali ketempat semula.
                    2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru,
                        dengan sistem yang sama dengan setoran
                    3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
                    4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...