Sunday, 1 October 2017

Tips Membuat Itinerary ala Erny Binsa


Ngomong-ngomong ini pertama kalinya gue buat itinerary sedetail ini! Jadi itinerary itu sendiri adalah rencana perjalanan dengan tujuan bisa meminimalisir budget dan gak buta jalan.

Sejak gue mulai menyukai dunia jalan-jalan dan naik gunung, gue enggak pernah bikin yang namanya itinerary dengan detail. Soalnya gue tipe orang random yang suka enggak jelas gitu mau ke mana, jadi lebih suka jalan  yang dadakan, ikutin perasaan aja. Maklum katanya cewek dikit-dikit terbawa perasaan. :p

Jadi, kalaupun gue bikin itinerary itu pasti cuma  dalam skala besar aja. Misalnya, waktu gue pergi ke Dieng yang awalnya cuma sendiri eh jadi rame-rame ujungnya. Gue cuma punya uang 500 ribu saat itu, bagaimanapun uang ini harus cukup untuk perjalanan 4 hari tiga malam di sana, gue enggak tahu gue mau ke mana, yang penting gue udah punya tumpangan tempat tinggal itu udah aman menurut gue. Mau pergi ke lokasi mana yah cuma ada di bayangan gue doang dan gue enggak tahu estimasi perjalanan gue dengan jelas. Gitulah pokoknya.

Nah, pas perjalanan ke Jogja bulan lalu. Gue punya temen seperjalanan yang sangat detail banget. Dia enggak mau kalau gue bikin asal-asalan, terlebih kalau kita enggak tahu medan yang pasti, jadi itinerary sangat penting buat pejalan kayak gue. Dari perjalanan kemarin gue banyak belajar sih, apalagi kalau perjalanannya jauh, kalau deket-deket mah enggak perlu sih menurut gue. Ya kali gue di Jakarta terus mau ke Kota Tua pake itin segala.

Beberapa hal yang udah gue catat mungkin bisa bermanfaat buat teman-teman yang baca, kalaupun gak ada manfaatnya yah gue bisa bilang apa... hahaha...

Hal yang penting saat buat itinerary gue bagi jadi 7 tips di bawah ini:

1.   Tentukan destinasi

Pertama kita  harus tahu dulu mau pergi ke mana? Misalnya ke Jogja. Nah, di sana kan banyak tempat wisata yang gak mungkin bisa kita kunjungin semua dalam waktu tiga hari. Kita bisa pilih lokasi wisata yang sesuai dengan keinginan kita, tetapi kalo berangkat bareng-bareng temen kita juga jangan egois untuk enggak mendengar pendapat mereka. Ini bukan perjalanan solo tetapi perjalanan bersama, jadi harus buang jauh-jauh ego kita.
Dalam waktu 4 hari 3 malam itu, kita memutuskan untuk ke beberapa tempat ini:
·        Candi Borobudur
·        Caving Goa Pindul
·        Pantai Nglambor (Gunung Kidul)
·        Bukit Bintang
·        Alun-alun
·        Taman Sari
·        Taman Pintar
·        Malioboro

Dari semua list ini kita bisa datang ke tempat ini, kecuali ke bukit bintang cuma numpang lewat aja sih. Paling tidak kita bisa tentuin dan punya gambaran pasti mau kemana.

2.   Perbanyak referensi

Kalau kita udah pilih destinasinya, kita harus banyak-banyak cari dan baca referensi. Ribet ya, mau jalan-jalan aja kudu pake referensi. Beruntungnya kita hidup di zaman yang udah mudah akses segalanya, mau cari apa tinggal browsing aja. Tetapi enggak semua hal bisa kita cari lewat searchingan google atau wikipedia, jodoh misalnya. Hahaha ...

Paling penting dalam mencari referensi itu, kita harus lihat tanggalnya, cari postingan terbaru, jangan tahun-tahun yang udah lampau karena bakal ngerepotin kita perihal biaya. Gue dulu pernah gitu soalnya. Liat postingan ternyata udah 4 tahun lalu dan harga transport udah beda, alhasil gue disemprot temen-temen gue... Hahaha lagian percaya aja ama gue.

3.   Pilih penginapan yang sesuai budget

Yup, kita mesti lihat dulu budget kita dan temen-temen yang diajak. Jangan sampai terlalu mahal buat mereka, kalau terlalu murah mah itu rezeki namanya. Nah, banyak banget pilihan penginapan yang bisa kita cari, dari kelas 1 sampai kelas 12 abis itu lulus terus kuliah kemudian menikah dan hidup bahagia. #tibatibagalau

Pilih penginapan itu perkara penting, kalau gue sendiri kalau ada yang bisa ditumpangin kenapa harus cari tempat sewa? Selain kita bisa silaturahmi kita juga bisa nambah temen main di sana. Bersyukur orang yang kita tumpangin itu bisa jadi guide sepanjang perjalanan. Masalahnya adalah kalau gak ada tumpangan maka mau gak mau harus cari hotel yang sesuai dengan budget, yang paling penting itu harus aman dan nyaman.

4.  Transportasi

Transportasi gak kalah penting, kita bakal naik apa ke lokasi wisata? Jalan kaki? Naik bis? Kereta? Atau pesawat? Nah, karena perjalanannya ke Jogja gue lebih suka naik kereta sih, ongkos juga sesuai dengan kantong. Apalagi kalau pesan tiket jauh-jauh hari, Jakarta-Jogja gue bisa dapat seharga Rp. 74.000 saja. Lebih murah dibanding naik bis yang enggak tahu sampe lokasi kapan.

Selain itu, kita juga harus udah tentuin ketika sampai di lokasi harus naik apa? Sewa mobil? Sewa motor? Atau naik angkutan umum? Jangan sampai kita kebingungan dan harus cari info lagi karena itu makan banyak waktu sih menurut gue. Sementara kalau kita udah tau mau ke mana dan naik apa gak perlu pikir lagi, tinggal cari dan berangkat deh.

5. Menu makanan

Biasanya dalam sebuah kota wisata, punya makanan khas yang pengen kita coba. Kita bisa diskusi mau kemana dan dimana kalian makan, tentunya juga harus disesuaikan dengan budget dan lokasi terdekat. Misalnya kita lagi ada di Gunung Kidul terus cari makannya di Borobudur, Bah keburu laper!  Sebenernya masalah menu makanan juga gue nggak bisa bilang selera kita bakal sama sih. Jadi suka-suka aja mau makan apa yang penting masih di satu tempat.

6.  To do list

Destinasi udah, penginapan udah, transport udah. Saatnya buat bikin to do list, kalau gue sendiri bikinnya di micr. Excel karena lebih mudah sih, eh waktu itu yang bikin bukan gue sih tapi temen gue jadi kerjaan gue cuma liatin aja. Kita mulai bikin dari hari keberangkatan sampai pulang, dibuat dengan sedetail mungkin.

Misalnya hari pertama: Cek in hotel dulu, kemudian berangkat ke Borobudur, estimasikan juga waktunya disana berapa lama, kemudian ishoma dimana? Pulang jam berapa? Dengan adanya estimasi waktu kita bisa tentukan destinasi berikutnya. Jadi intinya to do list itu membantu banget.

7.  Hitung budget 

Nah terakhir ini agak sensitif emang. Setiap orang punya budget yang beda-beda dalam melakukan perjalanan, kalau udah pasti semuanya maka menghitung budget jadi lebih gampang. Walaupun nggak pasti juga sih, mana ada sih yang pasti. Tetapi paling enggak kita udah punya gambaran yang jelas berapa biaya yang dikeluarin nantinya, paling nggak tuh yah gak jauh beda sama yang udah catat di todo list.
Ini dia conton itinnya 

Lanjutannya  :)

Akhirnya, gue menulis ini juga dan mulai merasa manfaat bikin itin di setiap perjalanan. Kalau yang gue rasakan itu manfaatnya gue nggak buta arah dan tahu apa yang bakal gue lakuin di sana, pastinya waktu kita nggak kebuang percuma. Meskipun terkadang gue juga suka sih jalan tanpa itin, apalagi kalo jalan-jalan sendiri dan dadakan, itu punya sensasi yang berbeda.

Sampai jumpa lagi... J


Kemanggisan, 02 Oktober 2017


Erny Binsa

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...