Sunday, 29 January 2012

Sepi dan Sendiri



Malam-malam kemarin, aku menatap nanar kamar itu
Masih seperti dulu, tak berubah
Yang berubah setelah kepergianmu yang begitu singkat
Tanpa pesan. Namun, begitu banyak kenangan

Dan ketika hujan itu datang satu-satu
Aku kembali merindu se rindu-rindunya
Kadang bertanya
Inikah caramu mengajarkanku arti sepi?

Saat menyinggahi lemarimu lagi
Masih seperti dulu, tak berubah
Yang berubah, hanya baju-bajumu yang tak lagi terjamah
Namun, masih ada aroma yang tersimpan

Ketika gerimis dengan kesejukan yang nyata
Aku menengadahkan wajahku ke langit
Kadang bertanya
Inikah caramu mengajarkanku arti sendiri?

Sepi dan sendiri

#Merindu sepertiga malam saat kau menepuk tangan lembutmu ketika lelap dan bertanya "Mau puasa, gak?"




Di rumahmu, 30 Januari 2011

Friday, 13 January 2012

Menikah Itu....

Bismillahir rahmaanir rahiim...

agak deg-degan juga nulis tema pernikahan. lebay.com banget dah ah.

Menikah itu bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal sulit. Katanya sih. Ini ngutip filosofi seorang teman jadi intinya ya sedang-sedang saja.

Mengenai resolusi saya tahun ini yang menyebutkan ingin menikah muda. Sebenarnya memang butuh pertimbangan yang matang untuk hal ini. Mungkin bisa saja ada yang menyebutkan saya anak songong yang belagu. Masih muda udah mau nikah, mau dikasih apa anaknya nanti? tapi itu sih hanya pemikiran saya saja toh belum ada yang bilang gitu soalnya. hehehe

Pernah sesekali saya bercerita dengan seorang akhwat.
"Kalau kakak ingin punya suami yang tahfiz Qur'an, dek."
"Subhanallah." kata saya
"Kalau erny memang ingin yang seperti apa?" tanyanya balik. Waduh, kalau ditanya sepeti itu rasanya masih belum pantas untuk sekadar membicarakan masalah seputar kriteria. Memang wajar sih dah saya rasa setiap orang punya kriteria tertentu untuk memilih pasangan hidupnya. Namun, terkadang saking terpaku saya kriteria yang diinginkan malah semakin kebablasan untuk mencari yang sempurna. Kalau sibuk mencari kapan nikahnya toh? :p
"Rahasia dong kak," mungkin itu jawaban sederhana dari saya. sebenarnya saya memiliki jawaban tersendiri dibanding hanya menjawab RAHASIA. Toh nyatanya memang saya hanya bisa berbagi pada hati. Sebenarnya tidaklah muluk-muluk hanya sederhana saja. tapi tetep aja, Rahasia ah...

Sepeninggalan Emak Haji sekarang saya jadi semakin sepi dan sunyi saja. Sendirian di rumah nyatanya bikin otak seperti tidak berjalan normal. Sering saya menemukan pertanyaan-pertanyaan yang menyebutkan tentang pernikahan selepas kepergian Emak.
"Yah, erny pasti sepi ya sendirian di rumah. Yaudah nikah aja biar ada yang nemenin. Gak sendirian." Saya hanya tersenyum menanggapinya. Banyak yang bilang seperti itu. Dan seperti yang sudah-sudah saya percaya pada takdir Allah. Ya, mungkin benar saya sepi tapi saya tidak pernah sendiri.

Jadi ingat perbincangan saya dengan Emak sewaktu emak masih ada, sebenarnya hanya perbincangan biasa tapi lucu juga kalau diabadikan. Coba simak baik-baik ya.... :p
Emak : Er, nanti jangan nikah sama orang betawi, ya?
Saya  : Memang kenapa, Mak?
Emak : Orang betawi itu tukang kawin
Saya  : Apa iya? (Mungkin Emak teringat alm.suaminya yang menikah lagi dan meninggalkannya, kebetulan suami emak adalag orang betawi)
Emak : Jangan nikah sama orang Sunda
Saya  : Kenapa?
Emak  : Orang sunda tuh kebanyakan pamernya. Banyak yang bilang biar tekor asal kesohor.
Saya  : Yah, Emak. Erny juga kan orang sunda, nyindir apa nih?
Emak  : Udah dengerin aje, sama orang batak juga jangan. Orangnya adatnya keras. Dan sama orang Padang juga jangan soalnya kebanyakan pada pelit orangnye.
*deuuuu gue gak usah nikah aje dah nih*
Mungkin itu hanya sededar filososi seorang emak yang menginginkan kebaikan untuk anak-anaknya. Terlebih apapun yang emak ucapkan saya masih selalu yakin bahwa Allah selalu menyimpan misteri untuk hambanya, kan? Hm... sebelumnya saya minta maaf untuk orang-orang yang mungkin termasuk dalam golongan yang saya sebut di atas. Anggap saja hanya becanda. Saya juga sunda-betawi loh tapi belum tentu juga kan seperti yang disebutkan Emak?

Terlepas siapapun yang nantinya menjadi suami saya. yang pasti yang saya inginkan dia adalah seorang 'Laki-laki' (yaiyalaaaahhh... dudul!)
Apapun itu, bukanlah mencari yang terbaik menurut kita tetapi biarkan Allah saja yang memberikan yang terbaik untuk kita.
Karena jika terlalu berharap yang sempurna sayapun tidak sempurna, mengharap yang penghafal Qur'anpun diri ini belum bisa menjadi penghafal. Sungguh masih harus begitu banyak yang saya ubah, terlebih perilaku, keistiqomahan, tsiqoh, dan masih tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Yang masih saya ingat pesan dari Emak adalah: carilah suami yang minimal sholat lima waktunya tepat waktu dan tidak bolong-bolong. :)



Pukul, 01.23
Jakarta, 16 Januari 2012

Monday, 2 January 2012

Ngomongin Resolusi 2012

Haiii Assalamu'alaikum..... ^^

Hm,, orang-orang pada ngomongin resolusi, pada ngomongin rencana-rancana yang akan dilakukan di tahun 2012. Deuh... Mau buat juga sih, seperti tahun-tahun sebelumnya jadi bisa tahu apa aja hal yang bisa tercapai atau nggak sehingga bisa diperbaiki untuk tahun berikutnya, ya nggak sih? ^^

Dulu pernah buat trus dibaca sama orang rumah, abis dikatain, dibilang orang gila. Lagian resolusinya macam-macam. Dih emang gak boleh ya? namanya juga resolusi.. hehehe...
Tapi, kali ini gak mau yang muluk-muluklah, soalnya kata orang punya mimpi jangan tinggi-tinggi tapi ada juga yang bilang selama kita masih hidup maka bermimpilah setinggi-tingginnya. Mau pilih yang mana? Ah ribet ya kan jadi bingung mau pilih yang mana. hehe...

Sebenarnya memang tahun 2011 tahun lalu adalah tahun yang aneh menurut saya. Yup, aneh... tahun di mana saya merasakan hal yang senang sekali sekaligus sedih yang tak terjabarkan. Begitulah, saya juga sebenarnya merasa aneh akan hal ini. Merasa menjadi orang lain, merasa tidak mengenal hati.. Aduh kok jadi curhat colongan begini sih.

Baiklah, mungkin untuk tahun 2012 saya ingin mengutarakan beberapa keinginan yang ingin saya capai. Semoga saja bisa tercapai. Aamiin....

1.)  Saya ingin lebih baik lagi (Yaelah itu mah udah biasa, cuy! *protes) Hm... iya juga juga ya, banyak orang yang menginginkan lebih baik lagi dari pada tahun yang kemarin.Tapi nyatanya memang perubahan ke arah lebih baik itu sulit, ada aja halang rintangan yang menghadang jalan. Biasanya sih gitu. Hehe... Yang saya maksud lebih baik lagi dalam hal kepribadian, lebih sering muhasabah, lebih istiqomah, tsiqoh, bisa sholihah seperti apa maunya Alm. Emak Haji... Sabar, Ikhlas, dan Syukur. Saya harus bisa belajar tiga hal tersebut.

2.) Punya Buku Solo => Bukannya saya mau pindh aliran dari Jakarta ke Solo. Maksudnya tuh bisa buat buku sendiri. Padahal itu resolusi tahun 2011 yang nggak tercapai. Jadi sekarang diresolusiin lagi dah. Biar malu rasanya kalau nggak tercapai. Harusnya tahun ini lebih semangat lagi nulisnya. Kan 19 tahun, usia di mana saya berjanji tidak akan galau, harus semangat! Anak Muda! wkwkwk

3.) Nikah Muda => ehem... Yakin? dih ngeledek banget! Gak salah kan ya? Sepeninggalan Emak, banyak keluarga tau teman-teman yang nyuruh saya buat nikah saja dari pada sendiri gak jelas di rumah. InsyaAllah Bab tentang nikah akan di ulas beberapa hari ini... ciyeeee gak bisa ngomong nih yee...

4.)Kuliah => Yup, saya ingin kuliah, mungkin gak ya? Dulu orang-orang rumah bilang kalau kuliah bisa dapat kerjaan yang enak. Tapi, sebenarnya niat saya untuk kuliah bukan untuk kerja tapi biar bisa nyambung sama temen-temen. Abis kayaknya tulalit saya udah kelewat batas deh. Juga buat nambah pengetahuan yang selama ini hanya menjadi tanda tanya besar di otak saya (maksudnya apa nih?) Rahasia deh pokoknya. Intinya saya ingin kuliah, Jika Allah mengizinkan. Allah kan baik.. :)

5.) Kasih tahu gak ya.... ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...