Friday, 10 June 2011

Suka Duka Dunia Pramuka

Jika mengingat pramuka saya jadi mau ketawa, hahaha… dulu nggak pernah sekalipun saya niat untuk masuk ekskul pramuka saat SMA. Karena Pramuka adalah ekskul yang diwajibkan ya udah terpaksa ngikut. Banyak hal yang saya dapatkan saat mengikuti pramuka, ada kisah senangnya, ada sedihnya, ada menderitanya, serulah buat saya khususnya.

Awalnya di sekolah selalu mengadakan Jambore Osis di Bumi perkemahan cibubur. Saya untuk pertama kalinya merasakan kemah. Dari sekolah kita naik mobil tronton, hm.. bisa bayangin nggak satu tronton diisi oleh 40 orang lebih. Kita udah kayak kambing tahu nggak? Menderita banget kan? Apalagi saat seorang teman yang entah sengaja atau nggak meledakan bom atomnya alias kentut di mobil itu. Sengsara banget deh kita nih. Udah pengap ditambah lagi bau tak sedap. Semua teman-teman mencak-mencak kayak bebek, saat turun mobil bisa dijamin. Seorang yang membuang bom atom itu tidak akan selamat dari kebiadaban teman-teman dalam mobil. Hahaha…

Di sana juga saya melakukan banyak hal, segala sesuatunya harus mengikuti perintah senior, idih siapa dia? Intinya kedisiplinan yang terpenting. Telat dikit aja pasti akan dapat hukuman, begitu juga saat makan. Kita harus makan bersama-sama tidak ada yang boleh terpisah, yang paling nyebelin ketika makan aja tuh diwaktuin. Misalnya 15 menit kudu selesai. Kalau keselek kan kasihan. Udah gitu kalau makanannya nggak habis nantinya bakal dikiterin buat semua anggota untuk makan sampai habis, sampai tak tersisa sebiji pun nasi 

Selain itu hal menyenangkan lainnya adalah ketika semua anggota tamu ambalan akan melakukan penjelajahan di pagi buta atau biasa disebut pos to pos. biasanya tamu ambalan yang akan menjadi penegak harus lolos pada babak ini. Dengan perasaan yang tak menentu kami dibangunkan sekitar pukul satu pagi, dengan hitungan detik kami harus sudah siap dilapangan lengkap dengan pakaian pramuka. Lalu akan dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi satu buah lilin untuk memulai penjejakan dan apabila lilin mati ditengah jalan maka harus kembali ke tempat semula untuk menyalakan lagi. Tega banget kan?

Sampai pos pertama biasanya ada pos keagamaan, di sana kita akan ditanya-tanya tentang agama yang kita anut. Misalnya bacaan sholatnya, hafalannya, dan lain-lain. Nah kalau di pos kedua ada yang namanya PU-PK (Pengetahuan Umum dan Pengeetahuan Kepramukaan). Dalam hal ini saya benar-benar tabu, apalagi saya anak yang baru pertama kalinya masuk ekskul pramuka. Masa udah ditanya siapa bapak pandu sedunia? Trus Dasa Darma dan Tri Satya. Meneketehelah… dihukum aja nggak apa-apa deh, kan nggak tahu.

***

Banyak hal yang saya dapatkan setelah masuk pramuka. Yang paling penting adalah kemandirian dan kedisiplinan. Dan yang tak kalah penting adalah silaturahim antara anggota pramuka di indonesia. Saya mulai mengenal teman-teman yang aktif pramuka saat menjadi panitia RAINAS (Raimuna Nasional) pada tahun 2008. Acara ini yang menurut saya paling berkesan. Saya bisa melihat anak pramuka perwakilan dari daerah-daerah se-indonesia bahkan ada juga dari luar negeri dengan berbagai karakter dan bahasa beda. Di sana kita saling berbagi dan merajut persahabatan. 
Intinya saya tidak menyesal bisa mengenal pramuka. 

MENJALIN UKHUWAH LEWAT DUNIA MAYA

MENJALIN UKHUWAH LEWAT DUNIA MAYA

Saya teringat pertama kalinya saya mulai bercengkerama di dunia maya. Tepat saat menduduki kelas satu SMA ketika dapat tugas dari seorang guru untuk mengirim email, bingung juga sih. Tapi sekian lama saya belajar dan banyak bertanya akhirnya saya hampir kecanduan dibuatnya.

Sampai akhirnya saya diperkenalkan dengan jejaring sosial bernama facebook kira-kira dua tahun yang lalu. Tak banyak yang bisa saya lakukan saat itu, saya gaptek abis, sumpah. Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan lewat internet, awal saya merasa bahagia berkutat dengan fecebook adalah ketika bulan ramadhan tahun lalu. Saya mulai terbuka dan mulai mengadd teman-teman yang suka menulis terutama penulis-penulis yang namanya sudah ada di cover buku. Bagai angon segar saya dibuatnya. Meskipin mereka nggak mengenal saya. Tapi kan nggak ada salahnya juga kalau kenalan. Saya mulai mengikuti berbagai lomba menulis yang diadakan teman-teman penulis. Seperti sekarang ini. Hehe…

Tidak ada yang sia-sia bukan? Jika saya memanfaatkan internet sebagai jembatan saya untuk menggapai impian saya. Yaitu menjadi penulis. Saya mulai mengakrabi diri dengan teman-teman yang aktif di facebook. saya merasa memiliki keluarga baru di facebook, keluarga yang senantiasa meramaikan beranda saya.

Aha… di dunia facebook saya juga memliki kakak-kakak yang senantiasa menasehati, adik-adik yang suka saya nasehati, juga bunda yang bisa menjadi penawar segala resah. Tapi sayangnya saya nggak punya Ayah di Facebook, jadi kurang lengkap. Yang terpenting adalah saya bisa mengenal mereka yang walaupun belum sekalipun bertatap muka. Sungguh indahnya merajut persaudaraan di dunia maya. Setidaknya untuk saya.

Sampai beberapa orang teman memutuskan untuk bertemu secara nyata, bahasa kerennya Kopdar. Saya selalu meminta perizinan dari orang rumah jika ingin bertemu dengan orang yang baru ketemu. Dan orang rumah tidak mengizinkan saya kopdar . Saat itu lagi zamannya penculikan di Facebook sih jadinya mereka wanti-wanti takut sata diculik kali ya? Lagian juga yang nyulik pastinya mikir-mikir dulu kali kalau mau nyulik saya.

Saya memang harus hati-hati berteman. Nggak boleh sampai terpedaya, jangan sampai terbawa hal-hal yang buruk. Apalagi di dunia maya sesuatu yang kita lihat bisa saja itu hanya suatu trik agar kita terperosok ke hal negatif. (saya ngomong apa sih?) Tapi, saya yakin tidak semua orang-orang di dunia maya jahat loh. Alhamdulillah saya baik (lho?).

Sampai akhirnya saya mulai memutuskan untuk Kopi Darat dengan seseorang di dunia maya. Hmm… gimana rasanya ya ketemuan? Saya iri juga melihat teman-teman yang suka kopi darat. Dan perjalanan Kopdar saya berjalan mulus untuk pertama kalinya dengan Mbak Qadriea, alhamdulillah saya nggak diculik, horee…

Lama kelamaan saya jadi ketagihan untuk Kopdar, setelah tukeran nomor hape, mencari tanggal merah, pokoknya waktu yang kosong untuk bertemu. Pertemuan ke dua saya juga berjalan mulus dengan Ka Endah. Tuh kan udah dibilang kalau kita bisa memanfaatkan dunia maya sebagaimana mestinya kita tidak akan diculik, dijamin! Daritadi kok ngomonginnya tentang penculikan ya? :D

Memang banyak orang-orang yang menggunakan fasilitas internet untuk memanfaatkan kebutuhannya. Intinya segala sesuatu tergantung niatnya, di sini saya ingin belajar terus dari teman-teman, apalagi kalau kita sehobi. Hehe… kan bisa saling berbagi.

Saya terharu dengan seorang teman yang ingin sekali Kopdar. Namun nggak pernah kesampaian. Sering kali saya janjian bertemu dengannya dan hasilnya gagal. Mungkin belum waktunya. Berbulan-bulan masih belum ada waktu untuk bertemu. Sampai ketika saya sakit typus, dia memutuskan untuk menjenguk saya. Saya pikir, ini orang sok tahu bener dah. Daerah rumah saya termasuk wilayah yang sulit dicari (macam pedalaman aja deh!). intinya seorang yang berkunjung ke rumah saya, udah pasti nyasar. Maka itu harus di jemput. Saya cukup pusing kala itu, pasalnya saya tidak mungkin bisa menjemput dengan kondisi saya yang seperti ini. Dan dengan izin Allah, semuanya berjalan lancar. Ada seorang teman yang bisa saya minta tolong untuk menjemput. Alhamdulillah… kesampaian juga.

Sesuatu yang indah yang saya temukan saat mengenal Facebook, ukhuwah ini yang membuat saya sulit menjauh dari teman-teman di dunia maya. Keluarga kedua saya… Baru sebentar saja saya sudah mulai mengerti arti sebuah kekeluargaan. Terimakasih buat semuanya… *Nangis bombay*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...