Skip to main content

Menikah Itu....

Bismillahir rahmaanir rahiim...

agak deg-degan juga nulis tema pernikahan. lebay.com banget dah ah.

Menikah itu bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal sulit. Katanya sih. Ini ngutip filosofi seorang teman jadi intinya ya sedang-sedang saja.

Mengenai resolusi saya tahun ini yang menyebutkan ingin menikah muda. Sebenarnya memang butuh pertimbangan yang matang untuk hal ini. Mungkin bisa saja ada yang menyebutkan saya anak songong yang belagu. Masih muda udah mau nikah, mau dikasih apa anaknya nanti? tapi itu sih hanya pemikiran saya saja toh belum ada yang bilang gitu soalnya. hehehe

Pernah sesekali saya bercerita dengan seorang akhwat.
"Kalau kakak ingin punya suami yang tahfiz Qur'an, dek."
"Subhanallah." kata saya
"Kalau erny memang ingin yang seperti apa?" tanyanya balik. Waduh, kalau ditanya sepeti itu rasanya masih belum pantas untuk sekadar membicarakan masalah seputar kriteria. Memang wajar sih dah saya rasa setiap orang punya kriteria tertentu untuk memilih pasangan hidupnya. Namun, terkadang saking terpaku saya kriteria yang diinginkan malah semakin kebablasan untuk mencari yang sempurna. Kalau sibuk mencari kapan nikahnya toh? :p
"Rahasia dong kak," mungkin itu jawaban sederhana dari saya. sebenarnya saya memiliki jawaban tersendiri dibanding hanya menjawab RAHASIA. Toh nyatanya memang saya hanya bisa berbagi pada hati. Sebenarnya tidaklah muluk-muluk hanya sederhana saja. tapi tetep aja, Rahasia ah...

Sepeninggalan Emak Haji sekarang saya jadi semakin sepi dan sunyi saja. Sendirian di rumah nyatanya bikin otak seperti tidak berjalan normal. Sering saya menemukan pertanyaan-pertanyaan yang menyebutkan tentang pernikahan selepas kepergian Emak.
"Yah, erny pasti sepi ya sendirian di rumah. Yaudah nikah aja biar ada yang nemenin. Gak sendirian." Saya hanya tersenyum menanggapinya. Banyak yang bilang seperti itu. Dan seperti yang sudah-sudah saya percaya pada takdir Allah. Ya, mungkin benar saya sepi tapi saya tidak pernah sendiri.

Jadi ingat perbincangan saya dengan Emak sewaktu emak masih ada, sebenarnya hanya perbincangan biasa tapi lucu juga kalau diabadikan. Coba simak baik-baik ya.... :p
Emak : Er, nanti jangan nikah sama orang betawi, ya?
Saya  : Memang kenapa, Mak?
Emak : Orang betawi itu tukang kawin
Saya  : Apa iya? (Mungkin Emak teringat alm.suaminya yang menikah lagi dan meninggalkannya, kebetulan suami emak adalag orang betawi)
Emak : Jangan nikah sama orang Sunda
Saya  : Kenapa?
Emak  : Orang sunda tuh kebanyakan pamernya. Banyak yang bilang biar tekor asal kesohor.
Saya  : Yah, Emak. Erny juga kan orang sunda, nyindir apa nih?
Emak  : Udah dengerin aje, sama orang batak juga jangan. Orangnya adatnya keras. Dan sama orang Padang juga jangan soalnya kebanyakan pada pelit orangnye.
*deuuuu gue gak usah nikah aje dah nih*
Mungkin itu hanya sededar filososi seorang emak yang menginginkan kebaikan untuk anak-anaknya. Terlebih apapun yang emak ucapkan saya masih selalu yakin bahwa Allah selalu menyimpan misteri untuk hambanya, kan? Hm... sebelumnya saya minta maaf untuk orang-orang yang mungkin termasuk dalam golongan yang saya sebut di atas. Anggap saja hanya becanda. Saya juga sunda-betawi loh tapi belum tentu juga kan seperti yang disebutkan Emak?

Terlepas siapapun yang nantinya menjadi suami saya. yang pasti yang saya inginkan dia adalah seorang 'Laki-laki' (yaiyalaaaahhh... dudul!)
Apapun itu, bukanlah mencari yang terbaik menurut kita tetapi biarkan Allah saja yang memberikan yang terbaik untuk kita.
Karena jika terlalu berharap yang sempurna sayapun tidak sempurna, mengharap yang penghafal Qur'anpun diri ini belum bisa menjadi penghafal. Sungguh masih harus begitu banyak yang saya ubah, terlebih perilaku, keistiqomahan, tsiqoh, dan masih tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Yang masih saya ingat pesan dari Emak adalah: carilah suami yang minimal sholat lima waktunya tepat waktu dan tidak bolong-bolong. :)



Pukul, 01.23
Jakarta, 16 Januari 2012

Comments

  1. Hehe.. Walaupun udah lama, tapi nice post :D 2016

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…