Kembali Normal




Saya terbangun di malam hari dan tiba-tiba pengen nulis di blog setelah sekian lama ditinggalkan. Sedikit cerita, sebenarnya awal bikin blog ini saya pengennya all about traveling, tapi karena belakangan ini saya mengurangi jalan-jalan, rencananya sih. Jadi, mohon maaf kalau kali ini saya mulai menyimpang dan malah pengen cerita yang lain.

Terkadang fokus saya juga suka berubah-ubah, kadang lagi pengen nulis yang lain jadi saya buat blog baru lagi yang isinya kumpulan surat-surat yang saya tulis untuk orang tertentu, audiobook, musikalisasi puisi, dan segala hal yang saya ingin pelajari lebih dalam. Tidak ada alasan lain selain untuk bersenang-senang, mengisi waktu, dan yah saya ingin saja.

Hanya saja belakangan ini saya mengalami semacam kemalasan mengerjakan semua hal ini. Jadi, yang saya lakukan sepulang kerja, kalau tidak baca buku, baca webtoon, main games, nonton film, dan bermalas-malasan di kamar. Besoknya, ya begitu lagi. Urusan tulis-menulis terkadang menjadi suatu hal yang saya hindari. Kenapa ya? saya pun bertanya-tanya.

Oh iya sejak Ramadhan kemarin sampai pertengahan Juli saya sibuk menulis novel. Sampai sekarang saya baru menulis sekitar 15.000-an kata dan saya berhenti karena tiba-tiba ingin mengubah alurnya. Saya merasa enggak sreg dengan apa yang sudah saya tulis, logikanya sih kalau saya saja enggak suka apalagi orang lain yang membaca. Sampai sekarang saya belum memikirkannya lagi dan malah teralihkan untuk menulis review buku yang saya baca sepanjang 2018 ini, tetapi berakhir dengan tidak menulis apa pun. Kecuali urusan pekerjaan.

Begitu pula dengan rekaman audiobook yang sedang saya lakukan bersama rekan saya. Ini sudah sampai setengah jalan dan saya tidak memiliki keinginan untuk mengedit audionya. Awalnya karena bermasalah dengan aplikasinya. Namun, setelah saya pikir-pikir masalahnya bukan tentang aplikasi, tapi masalahnya ada dalam diri saya sendiri. Saya harus menemukan kewarasan saya kembali.

Sekarang jam 2 pagi ketika saya terbangun dan enggak yakin bisa tidur lagi. Anehnya saya malah membuka laptop dan mengetik ini. Kamu pernah dikerubungi ide di sekitarmu? Dia enggak datang sendiri, tetapi ramai-ramai sampai saya bingung harus melakukan yang mana. Ini yang terjadi pada saya malam ini. Kali ini saya ikuti saja kata hati, menulis tentang keresahan yang belakangan saya alami, yaitu kemalasan melakukan hal-hal – yang katanya saya suka. Apa kamu pernah mengalaminya?

Btw, kamu bisa bantu saya cari solusi untuk kewarasan saya agar kembali normal?


Jakarta, 11 Agustus 2018


Komentar

  1. Duh, dari tadi cari kolom untuk komentar sampai bingung soalnya di bawah tulisan polos semua. Sampai saya klik Comment. Oh, adanya di sini, ya. Buka dulu dengan cara klik. He he.
    Soal ide yang hilang-timbul itu bergantung pada kesibukan dan fokus kita bagaimana.
    Saya juga kerap demikian. Tak ada ide karena tak punya amunisi atau sibuk dengan hal lain atau diganggu masalah berat.Yah, semuanya bergantung niat. Bulatkan tekad dan menulis saja.
    Mbak keren dah menulis novel, saya mah lom coba. :D
    Jadi yakinlah untuk tetap keren karena orang lain belum tentu bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Akhirnya nemu juga ya mbak... Kayaknya saya perlu utak atik lagi blog ini tapi belum kesampaian.
      Itulah mbak, kadang saya sendiri masih mikir, apa bener saya suka kegiatan ini? kalau iya, kok bisa merasa jenuh gitu? Hehehe...

      Masih belajar juga mbak, sebenarnya saya memang lebih tertarik di fiksi.
      InsyaAllah mbak... Terima kasih yaaa :)

      Hapus
  2. Sama banget sih ini dengan yg gue rasain. Eh beda ding. Kalo gue cuma sebatas pikiran "ah ntar pulang kuliah ngeblog lah". Tau-tau buka laptop nyasar ke medsos. Buka HP nyinyir di IG.

    Mungkin cara buat ngilangin kemalasannya, ya dari diri sendiri. Mau gimana dan berapa banyak yang ngasih solusi ke kamu, kalo diri sendirinya gak mau gerak, ya gak akan gerak juga sih.

    Bener gak sih? Haha

    BalasHapus
  3. vacuum di blog tapi kan ngerjain project lain juga mba.
    .
    yang penting tetap produktif, jaga konsistensi untuk menulis juga perlu
    .
    dan yang paling penting, jaga kesehatan mba :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Postingan populer dari blog ini

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Pertama Kali Mendaki Gunung Merbabu

TRAGEDI PULAU DOLPHIN