Skip to main content

4D3N TRIP JOGJA, Menikmati Keindahan Pantai Nglambor



Haloo... ini adalah hari ketiga perjalanan saya bersama 2 orang teman di Jogja! (penting gak sih?) 

Setelah selesai menyusuri Goa Pindul, kalian bisa baca kisahnya di sini (Goa Pindul) Waktu masih menunjukkan pukul 2 siang. Destinasi kami berikutnya adalah ke Pantai Nglambor, menurut searchingan sih kalau dari Goa Pindul kita hanya perlu waktu satu jam perjalanan naik motor, tetapi itu hanya bayang-bayang Gaes! Nyatanya kita tersesat.

Google Maps berasa enggak ada gunanya karena sinyal yang naik turun, hampir menyerah buat main di pantai hari itu. Tapi Alhamdulillah, sebuah titik cerah mulai terlihat, mungkin di beberapa tempat enggak ada sinyal tapi di tempat lainnya ada, kita tetap melanjutkan perjalanan meskipun enggak tahu bakal sampai jam berapa.

Hutan-hutan, gunung-gunung kita lewati, pemandangan yang indah, jalanan yang lumayan sepi, begitulah gambaran dari perjalanan kami. Untung juga ada plang-plang jalan yang bisa membantu kita sampai lokasi tujuan, hari semakin sore kita melewati jalanan asing, lewat sawah-sawah orang, gang-gang kecil, begitulah kata google maps. Udah lebih dari satu jam, 2 jam... Ya Allah... Akhirnya sampai juga di gerbangnya.

Ketika kami sampai saya mau nangis rasanya saat kita udah di pintu gerbang Pantai Siung, jadi di Pantai Siung ini ada beberapa pantai lagi, salah satunya ya Pantai Nglambor. Kita cukup mengeluarkan kocek Rp. 10ribu saja/orang. Dari pintu masuk ternyata masih lumayan jauh ke pantai nglambornya, kita melewati beberapa pantai lainnya.

Melalui perjalanan panjang itu, tersesat, kepanasan, dan  rasa hampir menyerah itu hilang setelah melihat Pantai Nglambor di depan mata. Indah. Semuanya seakan terbayar. Capek bawa motor, tiba-tiba capeknya hilang saat sampai di sana. Udah enggak sabar pengen mandi-mandi. Walaupun sebelumnya abis main air di goa pindul.

Satu hal yang pasti, kita sampai di Pantai Nglambor kesorean dan ternyata udah enggak bisa snorkeling. Air lautnya udah pada  pergi jauh, sebentar lagi bakal pasang dan menyisakan karang-karang di bibir pantai. Meskipun begitu saya tetap bersyukur sudah bisa melangkahkan kaki kesini, bertiga, naik motor. Jadi kita masih bisa menikmati keindahan alamnya.

Kenapa sih kita bisa mampir ke sini? Sebelumnya saya kalo ke Jogja paling mampirnya ke candi atau museum, saya juga pengin lihat pantainya, eh pernah sih ke pantainya di Parangtritis tapi waktu itu saya enggak begitu menikmati karena terlalu ramai. Ternyata banyak pantai yang indah-indah, terutama di Gunung Kidul. Namanya gunung tapi banyakan pantai di sini... Hehehe...

Setelah searching akhirnya pantai inilah yang kami pilih. Kami enggak bisa snorkeling saat itu, jadi cuma main-main di pinggir-pinggir pantai. Banyak banget biota laut di sana, terutama bulu babi. Hati-hati keinjak! Saya juga enggak akan banyak bercerita di sini. Langsung aja kalian lihat foto-fotonya ya, kali aja suatu saat pengin main ke sana :)

Oh iya, buat kalian yang datang kesorean juga bisa menginap di sana lho. Seru kan bisa bermalam di pinggir pantai. Tapi saat itu saya langsung pulang sih, karena masih ada destinasi lainnya yang menunggu... hehehe...












Comments

  1. baca ini jadi pengin ke jogja nih tahun ini.

    ReplyDelete
  2. Kak, aku mau nanya maksud teks 4D3N apa ya? :D

    Aduh.... Bisa gitu ya, nginep di tepi pantai sambil menikmati indahnya ombak...

    Inikan perjalan ke-2 kak. Ditunggu lho, yang selanjutnya.

    ReplyDelete
  3. Kamu g nyoba snorkling di nglambor?
    Padahal ada snorkling yang lumayan harganya, cuman datengnya harus pagi gitu.

    Salah satu pantai di gunung kidul yang menurutku airnya dingin banget. Jadi waktu kesini itu niat buat snorkling gitu, dan kita dapet sesi kedua soalnya kurang pagi kalau dateng. Kirain bakal panas pas nyebur kayak pantai2 biasanya, eh buseeet.. Dingin banget waktu nyebur. Kadang jadi g konsen gitu lah soalnya gimana caranya ini badan bisa anget karena dinginnya itu

    ReplyDelete
  4. Bikin Baackground dari Photography gan

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…