Skip to main content

Kisah Indah Dari Padang Rumput (Review)



Judul        : Kisah Indah Dari Padang Rumput
Penulis      : Shabrina WS
Penerbit    : Bintang Kelas
Tebal        : 160 halaman
Harga       : Rp. 70.000


  
Rasa-rasanya udah lama saya enggak mereview buku ya, rencananya sih setiap habis baca saya pengen mereview buku-buku yang saya baca. Nyatanya? Gitu deh.

Kali ini saya ingin mereview sebuah fabel atau cerita anak dari sudut pandang saya sebagai pembaca. Btw, saya juga sedang belajar menulis buku anak-anak belakangan ini sih. Penting gak sih? Jadi intinya saya banyak belajar dari buku ini.

Baiklah, sesuai dengan judulnya ‘Kisah Indah dari Padang Rumput’, maka kumpulan cerita anak ini juga bercerita mengenai hewan-hewan yang tinggal di padang rumput. Jujur, ini adalah cerita anak yang memiliki pesan paling dalam dari cerita anak lainnya yang pernah saya baca. Bahasanya mengalir dan sederhana, juga setiap idenya dikemas dengan menarik, selalu ada hikmah yang tersirat dari setiap ceritanya.

Saya pikir buku ini bukan hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga kamu yang berperan sebagai guru dan orangtua. Kalau zaman saya dulu, saya sering sekali didongengkan tentang kancil yang mencuri ketimun, kancil yang nakal, dan lain sebagainya. Memang selalu ada hikmah dalam setiap cerita. Namun, kamu bisa memvariasikan kisah lainnya dengan merujuk dari cerita ini untuk diberikan pada anak atau murid-murid.

Penulis mencoba untuk mengenalkan hewan-hewan yang jarang diketahui masyarakat umum. Dari beberapa kisah tersebut, saya malah baru pertama kali dengar nama hewannya, seperti Meerkat, Oposum Virginia, Vikuna, Kapibara, Kiang, Wildebeest dan lain sebagainya. Secara, saya tuh tahunya cuma Singa, Harimau, Kuda, Buaya. Ternyata masih banyak sekali jenis-jenis hewan yang saya enggak tahu.

By the way, ada lima belas cerita dalam buku ini dan ditulis dari sudut pandang hewan yang berbeda. Jika di judul bukunya disebutkan ini adalah fabel pembangun karakter, saya setuju. Kamu akan menemukan kisah tentang saling tolong menolong, mengatasi rasa takut, persaingan, dan lain sebagainya.

Kisahnya sendiri ternyata diambil dari keunikan hewan yang diangkat, banyak fakta-fakta tentang hewan yang saya temui di sini. Misalnya seperti keledai yang memiliki karakter penurut dan sabar, ternyata di dunia nyata memang seperti itu karakter Keledai. Jadi, menurut saya buku ini memang sudah terkonsep dengan melakukan riset yang matang, bukan sekedar cerita fiksi biasa.

Oke, sekarang saya akan obrolin tentang cover bukunya. Satu kata, Lucu! Banyak gambar hewan  yang menarik. Ya, namanya buku anak pasti harus menarik. Isi dalam bukunya juga full colour, fontnya tidak terlalu kecil, dan banyak gambar-gambar hewannya. Di setiap penghujung kisahnya, kamu akan menemukan hikmah atau pelajaran yang ditulis berdasarkan cerita tersebut. Pengetahuanmu juga akan bertambah setelah membaca fakta unik dari hewan-hewan yang diceritakan.

Satu lagi, saya enggak bisa menyebut ini kekurangan atau kelebihan. Tetapi menurut saya, nama-nama tokoh yang ditulis cukup sulit untuk disebutkan. Seperti Gazelle, Meadow Vole, memang sih ini adalah nama ilmiah dari hewan-hewan disebut di buku. Kalau saya sebagai pembaca tidak masalah membacanya. Namun, jika dibaca oleh anak-anak mungkin mereka akan kesulitan.

Cerita favorit saya dalam buku itu yang judulnya ‘Kiang Ladakh dan Puisi-Puisinya’. Kisahnya tentang mengagumi keindahan alam dan ciptaan Tuhan. Melalui tafakur alam tersebut, Kiang Ladakh bisa menciptakan puisi yang indah. Sedikit penggalan puisinya di bawah ini.


Entah mengapa, saya suka sama puisinya.

Dalam buku ini kamu akan dapat bonus stiker menarik yang lucu-lucu.

Seperti ini tampilan stikernya, tinggal gunting dan tempel deh.


Siapapun kamu yang membaca ini, saya merekomendasikan kamu untuk membacanya. Pasti banyak pelajaran yang kamu dapatkan.


Salam,


Erny Binsa

Comments

  1. Tapi bagus juga lho, Teh kalau udah baca di review, secara tidak langsung bisa jadi catatan untuk dibaca ulang kapan aja.

    Nggak tau kenapa cover buku ini kok nggak asing di saya ya, apa pernah lihat waktu di toko buku ya. Ah, jadi penasaran pengen baca juga..he

    ReplyDelete
  2. Cerita untuk anak emang seharusnya gitu, memberikan hikmah dan pesan2 untuk pembelajaran. Hehe

    ReplyDelete
  3. Sama kok, aku abis baca atau abis acara maunya langsung ditulis atau diriview, nyatanya malesnya lebih besar haha

    btw bukunya bagus ya, ada puisinya juga terus ada stikernya haha
    jadi inget dulu demen banget ngoleksi stiker, apalagi yg harry potter haha

    ReplyDelete
  4. saya ada rubrik di majalah untuk anak-anak, kendalanya saya, ketika kita ingin mengulas hal-hal yang sangat ilmiah, kita mesti mikir dua kali bahwa nanti yang baca ini anak-anak. jadi diturunin standartnya. jadi memang sebenernya, untuk menulis cerita-cerita kayak gini, butuh-butuh anak-anak sendiri yang menulis. serapan dari cerita orang tua atau guru-guru mereka. biar bahasanya pas, riil, dan kids banget.

    kok baca ini saya jadi mereka banyak nama yang belum saya tau dari hewan hewan ya. sama, aku taunya juga nama hewan-hewan populer. yang kayak viguna, kiang, kabivara tadi malah saya baru baca ini.

    ReplyDelete
  5. Noted. Aku bakalan beli buku ini buat didongengin anak aku, Mba. Cerita fabel fabel begini emang yang paling pas buat balita karena moral value dapat walaupun ceritanya sederhana aja. Kayaknya udah lama nggak ke sini nih Mbak, udah lama nggak ngepost kah?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…