Skip to main content

Pulang Kampung Part 1 ^_^

Jreng... Jreng... Jreng... Alhamdulillah akhirnya jadi juga mudik. Tapi belum puaaaaasss.... masih kangen suasana di sana. Belum sempat ngerujak kelapa ah, gak seru.

Entah mengapa perasaan ini makin bebas saja, lega, menikmati suasana di sana itu benar-benar mengobati luka ini. Eh belum semua sih, masih ada yang tersisa, dikit.. xixi

Ngarep banget di sana bisa menikmati hujan, nyatanya malah gak turun. Gimana nih, padahal kan Bogor itu julukannya Kota Hujan masa nggak hujan-hujan barang sedikit :( Tak apa deh yang penting sudah bisa menginjakkan kaki di sana. Saya sudah sangat bahagia. 


Dulu katanya saya lahir di desa ini... Tapi kasihannya sampai sekarang saya belum bisa mengerti bahasa sunda dengan baik dan benar. Lieur euy...


















Subhanallah ya... Indah banget, selalu rindu dengan desa ini. 
Poto ini diambil tadi, cantik, kan?
Di sebelahnya ada satu-satunya Masjid. Kalau siang hari halamannya suka dipake buat ngejemur gabah beras. Jadi multifungsi gini ya Masjidnya?












Banyak hal yang istimewa yang membuat saya betah tinggal di sini. Mau banget bisa tinggal di kampung, gak apa-apa deh nanti belajar di pesantren bareng Sugi (sepupu). Katanya pesantren di sana memang belum begitu terurus. Adanya masih deket rumah kakek masih tetanggaan gitu. Enak ya jadi kalo laper tinggal pulang. Nah kasihannya di sana kadang santrinya makan hanya pakai sambal dan lalapan saja. Miris kan?  Tapi asyik, kan.. Saya juga suka sekali makanan bogor. Apalagi sambalnya, beuh... Dan satu lagi, Ikan asin...





Mantap kan.... xixixi

Eh tapi saya nggak suka ah sama Pete!












Sengaja ngambil bunga ini, abisan lucu aja, cerah kan warnanya? Kuning-kuning gitu.. ^^














Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…