Skip to main content

My Spirits Back

Bismillaahir rahmaanir rahiim...

Alhamdulillah, dua hari puasa... 
Saya jadi teringat pertama kali saya mulai ikutan nulis-nulis di fesbuk, ikutan lomba-lomba, belajar bikin puisi, dan lain-lain. Tepatnya pas banget bulan Ramadhan dua tahun lalu. Awalnya saya tergabung dalan grup UNSA (Untuk Sahabat). Saya jadi suka iseng nge-add temen-temen yang suka nulis, mau dia penulis terkenal atau nggak semuanya saya add. Gak peduli saya SKSD, tetapi sambutan mereka manis banget kayak teh sariwangi dikasih gula.

Jadilah saya penulis ikut-ikutan. sebelumnya saya juga sudah nulis diary, nulis status, nulis sms, dan nulis rangkuman buku gara-gara dapat tugas dari guru. Pertama kalinya saya ngikutin event nulis buat cerpen dan saya gak lolos, nangis bombay. setiap ada lomba saya selalu ikutan, mau itu lomba cerpen, antologi kisah nyata, puisi yang padahal gue gak ada bakat, dari semuanya saya memang jarang banget menang. kasihan yaaa... :D

Namun, saya mulai bisa belajar tentang kegigihan. bahwa, ketika saya berhenti pada satu titik artinya saya berhenti berjuang. Saya nggak mau perjuangan saya sampai situ aja. 

Selain itu ketika saya semangat-semangatnya nulis,saya juga suka baca, terhitung ada banyak temen-temen di fesbuk yang ngetag catatan-catatannya ke saya, atau saya yang rajin mampir di lapaknya. Suasana dulu tuh rame banget, kita udah kayak saudara sendiri. Setiap sepulang teraweh dua tahun lalu saya selalu update di fesbuk, sekedar baca catatan teman-teman yang sekarang karyanya sudah melanglang buana di toko-toko besar.

Pertanyaannya...
Gue kapan?

Baiklah, saya juga nggak bisa jawab pertanyaan itu. Jujur aja, saya kini entah mulai jenuh atau apalah, semangat saya tidak seperti dulu yang rajin nulis setiap hari meskipun itu tulisan ngasal, apalagi saat pernah tulisan saya yang dinyatakan lolos dan dibukukan, wuihh girangnya nggak terkira, walau itu buku masih buku kroyokan.

Saya jadi ingat, saya pernah meminta bantuan kepada salah seorang penulis untuk membaca naskah, yang pernah saya kumpulkan sewaktu SMA, memang tidak ada sama sekali komentar dari beliau, sedih banget sih gue, ngarep mulu sih. Yang terakhir saat saya pernah mengirim naskah ke salah satu penerbit dan hasilnya 'Di Tolak' mungkin rasanya lebih sakit daripada ditolaknya cinta cowok ke cewek. Dan sejak itu saya masih melihat kekurangan dari tulisan saya, pas dibaca lagi, Jelek! ya panteslah ditolak. Saya mulai enjoy sendiri. Dan ninggalin naskah saya yang sampai sekarang belum ada perbaikan. Dan kembali menyiapkan naskah baru.

Betewe kok gue jadi curhat panjang lebar gini yaaa... :P
Sorry dowry strawberry deh... :)
Saya cuma ingin semangat itu datang lagi seperti dulu.......
I have to start from scratch. I pray for a friend


Persinggahan Nila, 22 Juli 2012

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…