Skip to main content

Bersama Mbak Qadriea

Tulisan saya 2 tahun lalu, pertama kali kopdar sama temen fesbuk..


18 November 2010

Bismillaahir rahmaanir rahiim…

Izinkan saya bercerita tentang pengalaman saya bertemu dengan seorang sahabat dari Dunia perpesbukan mbak Qadriea ku Warastra.

Awalnya saya tidak begitu mengenalnya di Dunia Fesbuk, namun suatu saat mbak Qadriea mengetag saya dengan sebuah catatan yang membuat saya tergugah (lebay dikit :D)

Catatannya berisikan tentang seputar perjalanannya jalan kaki dari MONAS  ke Cijantung, bayangkan kawan?? Itu jauh sangat loh, saya yang juga hobby jalan kaki juga mikir-mikir dulu kalo kesana, naik bis aja lama banget  mesti ke kp.Rambutan dulu, kalo jalan kaki. Walah... kapan sampenyaaaa??  Di catatannya itu juga disebutkan bahwa beliau sering ke Perpustakaan Nasional yang ada tepat di depan MONAS, loh ternyata mbak Qadriea sering ke perpus toh? Saya juga sering kesana tapi gak pernah ngeh orangnya yang mana.

Dan Alhamdulillah tepat hari senin kemarin saya dipertemukan dengan beliau, hanya dengan berbalas sms. Ternyata mbak Qadriea sudah sampai duluan di Halte Perpus, kebetulan bus yang saya tumpangi sedang dilanda kemacetan.

Saya berjalan mendekati halte seraya melihat-lihat apakah ada mbak Qadriea disana, saya cek sepatunya yang sering saya lihat di poto profilnya biar gak salah orang gitu :D

Wah ketemu juga akhirnya, terlihat dari jauh ada orang yang memakai sepatu putih, gak salah lagi deh itu pasti orangnya (soktau.com). lalu kami berjabatan tangan layaknya seorang sahabat (ciee bahasanya)

Saya melihat penampilan mbak qadriea dari atas sampe bawah. Gilaa laki banget, hehe maap ya mbak…. J becanda. Tapi, mbak Qadriea itu gak terlihat seperti ibu-ibu yang memiliki Dua orang anak, jiwanya masih pemuda banget (jangan geer mbak :p). Sehingga pembicaraab kami jadinya gak garing dan nyambunglah walaupun awalnya saya kebanyakan diam. Untungnya mbak Qadriea itu banyak omongannya coba kalo sama-sama diam, waduh bisa-bisa bicara dari hati ke hati.


Hari itu perpusnas sedang di adakan renovasi mbak Qadriea mengajak saya jalan-jalan keliling MONAS, kalo keliling MONAS gapapa deh asal jangan di ajak ke cijantung jalan kaki aja, hehehe. Akhirnya kami masuk ke MONAS, gak masuk juga sih Cuma numpang ngadem.

Mbak Qadriea banyak bercerita tentang kehidupannya yang membuat saya semakin banyak bersyukur. Dalam hati saya bicara Ya Allah… kuat banget si ini orang…

Setelah banyak bercerita kami berjalan ke Masjid Istiqlal untuk sholat zuhur, kebetulan kami berdua sedang shaum jadi gak bisa mampir buat makan (memang sehati ya kita??)

Yang bikin sebel sehabis sholat kami melihat tukang ketoprak ngejogrok di halte busway. Dan ternyata kami berdua pecinta ketoprak rupanya…
Saya : wuihhh mbak… ada tukang ketoprak (maksud saya Cuma becanda kok :P)
Mbak Qadri : Kamu mau er? Aku bayarin deh, tapi makannya sekarang ya? Puasanya batalin hahaha…
Wahhh benar-benar menguji keimanan. Dan akhirnyaaaa…. Saya gak jadi batalll… horeeeee…. Ternyata saya udah gedeee… :D

Dan mbak Qadri juga berhasil bikin saya teriak-teriak gak jelas di tengah jalan raya yang mobilnya bener-bener  kuennncengg…. Mbak Qadri menyembrang jalan seperti manusia yang tidak punya dosa, seakan-akan jalan milik dia sendiri gitu… mana kala itu saya memakai rok panjang sehingga sulit buat lari dan mengimbangi  mbak Qadri.
Saya       :  MBAKK…… MBAK….. PELAN-PELAN MBAKKKK…… HADOOOHHHHH…. (bisa ngebayangin betapa paniknya saya saat itu? Sambil lari-larian ditengah jalan pake rok)
Dan sampai diseberang jalan mbak Qadri hanya ketawa ngakak, cekikikan sendiri….. huaaaaaa menyebalkan……

Fyuh capek lari-larian jadi capek ngetiknya…. Udahan aja ya, sebenarnya masih banyak lagi… tapi yaa capek gimana dong?? Yang baca juga pasti capek… :D

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…