Skip to main content

Mangga Golek Impian (Bukan) Versi Dang Aji


Nemu tulisan ini, kangen banget sama kak Endah Septyani.. :)

Assalamualaikum...

      By the way, ini bukan untuk diikutsertakan dalam Anugerah Selaksa Makna Cinta ya... Hanya ingin sedikit bercerita dan memakai judul itu supaya menarik untuk dibaca. Peace ya, Dang Aji, izin pinjam judul. Kok ya punya pengalaman yang agak mirip dengan isi Antologi SMC halaman 50-68. Yang nggak ngerti saya ngomong apa, sok pesan bukunya sama Dang Aji (iya kaaan?)

      Jadi, begini ceritanya (pakai gaya Caroline Zachrie, pembawa acara Kismis)...
Ada akun facebook, namanya Erny Binti Sanusi. Emang siapa sih tuh? Masa’ mutual friend-nya banyak banget. Ah, coba aja ada Lomba Best Friend Story jilid 2, pasti bakal saya bikin tentang dia. Nggak ada ya udah, nggak masalah... Ya nggak Ern?? (jangan bilang kalau sekarang kamu lagi deg-degan nungguin catatan ini diposting? Nggak pakai GR ya! Awasss... Glekk!)

      Pertama bertemu (secara maya pastinya) nggak tahu di status siapa dan di status yang mana. Nggak ngerti deh, yang nge-add duluan juga siapa, nggak jelas. Jangan-jangan si Erny (ngaku deh.. :p). Hmm...udah deh Ndah, intinya aja kenapa! Oke, baiklah kalau kalian memaksa.

      Saya adalah orang yang termasuk mudah menerima hal baru, tapi saya akan mundur kalau sekiranya merasa nggak nyaman. Begitu juga dalam hal pertemanan, apalagi persahabatan yang saya anggap itu suci. Jiah, bahasanya... Iya, saya bisa menebak siapa aja yang benar-benar bisa saya tempatkan dalam ruang bernama persahabatan. Nah, Erny itulah salah satu orangnya. (Nggak pakai GR ya! Awasss... Glekk!)

      Suatu kesempatan, saya memberanikan diri minta nomor hape si Erny (lagian juga ngapain takut, saya kan takutnya sama *u***g). Hmm, lagian udah lama ditunggu-tunggu smsnya nggak sampai-sampai. Eh, nggak tahunya dia salah ketik nomor. Ya udah, sabar aja, sampai tahun alif juga nggak bakal sampai, Neng... (nggak tahu apa, kalau nomor saya cantik?) Hehe, jadilah kami sms-an. Sempat mau kopdar tapi belum ketemu tanggal merah, abis di kalender tanggalnya hitam semua, ckck.

      Kalau cerita ini dihubung-hubungin sama versinya Dang Aji, mirip kali ya... Ceritanya, saya Kak Joel dan Erny si Irfan. Tapi sih banyak bedanya. Lha, yang namanya mangga golek aja saya nggak tahu kayak apa (maklum saya sering nggak ngeh sama makan-makanan).

      Oya, ada kejadian lucu. Ceritanya, kemarin-kemarin kami tuh sering OL di YM (akhirnya Erny bisa juga, iya dooong, Erny gitu loh!). Nah, dia agak kesal kali ya gara-gara dicuekin, lah orang saya lagi ngambil pisang goreng dulu di belakang. Hehe, emang enak! Nah, yang anehnya lagi waktu saya berniat untuk off, (teksnya juga lagi diketik) eh dia juga bilang; Kak, Erny off dulu yaaaa. Gubrak!!! Kok samaan ya? Katanya sih di warnet dia sampai diliatin sama orang-orang gara-gara ngakak guling-guling. Ups... Dasar golongan darah O... Jangan panggil saya Dwi  apalagi Duwi, tolong yah... Satu lagi, saya mau mangga golek nih Ern, semangat ya kuliah dan nulisnya!!! Satu lagi, kapan kita ketemu di mana gitu? (Apalagi ya yang belum diceritain?)

      Terima kasih spesial untuk Grup UNSA, saya makin cinta persahabatan...

      *Seharusnya ini ditag ke Erny aja, tapi mudah-mudahan bermanfaat juga untuk yang lainnya. Maaf kalau salah ngetag.

(Tulisan nggak pakai diedit)
14.59 WIB (bukan angka kembar, so what???

Dwi Endah Septyani

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…