Skip to main content

J.E.N.U.H


Bismillahir rahmaanir rahiim...

Sudah lama rasanya saya nggak buat catatan perjalanan, sebenarnya ada banyak kisah perjalanan saya yang belum didokumentasikan dalam bentuk tulisan, saya lagi males soalnya, kumat lagi penyakit lamanya.

Jenuh, masa iya jenuh? Kalo begini terus, saya mulai merasa bahwa pengakuan saya yang pengen jadi penulis patut dipertanyakan. Penulis tapi males nulis? Kan aneh. Dan kata seorang penulis profesional, seorang penulis itu gak membutuhkan mood, mau mood kek, mau kagak kek, nulis ya nulis aja, tapi kalo penulisnya macam saya? Saya sangat membutuhkan mood untuk menulis. Saya nggak bisa menjadwalkan kapan saya harus nulis, kapan saya harus selesai, kecuali semuanya serba terserah gue.

Mungkin ada baiknya saya mulai lagi sedikit demi sedikit menulis lagi, dari awal saya sudah memilih passion saya sebagai penulis meski belum sempurna dibagian usahanya, saya harus kembali semangat. Akhir tahun 2012 saya mulai merasa bahwa eksistensi saya di dunia blog mulai ada kemajuan, gara-gara itu  saya memaksimalkan diri saya untuk terus nulis.

Nah, jadinya gara-gara asik ngeblog, saya jadi lupa sama naskah yang lain yang belum selesai saya buat, saya lupa nama tokoh yang saya buat, saya lupa gimana karakternya, tulisan saya jadi gak kelar-kelar, gak dapet feelnya, pernah gak sih kalian begitu juga? Buat tulisan tapi berhenti di jalan sebelum semuanya benar-benar selesai. Sumpah, itu ngeselin banget. Makanya saya pengen banget untuk tahun ini saya bisa fokus menyelesaikan segala hal yang belum selesai, karena buat saya segala hal yang sudah dimulai maka harus diakhiri juga, sama seperti halnya manusia, dihidupkan lalu dimatikan, ada sebuah proses hingga akhirnya menemukan ending.

Saya kembali membaca mimpi-mimpi saya, satu-satu, lalu menyusun cara agar bisa menggapainya. Bicara tentang mimpi, belakangan ini saya bertemu dengan motivator muda, usianya baru 19 tahun, lebih muda satu tahun dari saya, tapi potensinya besar banget, bisnismen, pembicara, motivator, penulis, dan lain-lain sehingga dia dinobatkan menjadi motivator termuda seasia, beruntungnya bisa bertemu langsung.
Dia mengatakan: Hidup ini terlalu singkat jika hanya menjadi manusia biasa, jadilah luar biasa.

Dia juga berpesan: Bermimpilah setinggi langit, jangan tanggung-tanggung. Ibarat sebuah busur panah, kita jangan menembak sejajar karena bisa jadi akan jatuh ke bawah, tapi tembakkan ke langit, dia akan melesat jauh ke langit.
Hampir dua jam kami ngobrol, sebenernya emang niat wawancara buat majalah, tapi kami malah dapat motivasi gratis.

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit saya mulai termotivasi untuk kembali menulis, saya malah kembali menoreh mimpi demi mimpi lagi, jauh lebih tinggi, mungkin saya hanya jenuh sebentar, wajar bukan untuk seseorang merasa jenuh? Jenuh bukan berarti berhenti, jenuh itu saya anggap sebagai sebuah jeda, sebuah tanda untuk beristirahat sejenak sampai akhirnya berjalan lagi, meneruskan lagi. Gak ada kata berhenti dan menyerah dalam kamus kehidupan saya. SEMANGAT, lumayan nih tulisan geje dapat satu halaman. :D

Makasih yang udah mau baca sampe bawah... :D
ditunggu sugesti positifnya...


Comments

  1. semoga masih ada semngat buat nulis

    ReplyDelete
  2. Kalo jenuhnya berbulan-bulan bisa disebut lagi "jeda" bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo abis berbulan-bulan trus lanjutin lagi masih jeda, kalo gak ngelanjutin itu yang bahaya... :D

      Delete
  3. wah, asik dong dapat motivasi langsung dari motivator muda.
    Ayo, semangat lagi buat nulis ! :)

    ReplyDelete
  4. Sekalian minta fotonya nggak? *nyengir:p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto siapa yaa? dia mau poto bareng aku tapi aku gak mau.... taelaaah... :D

      Delete
  5. udah tersugesti dengan sukses sama tulisan sendiri nih kayaknya :D

    saya biasa kayak gini juga, kalo lagi less motivated, dibawa nulis, kemudian menyadari bahwa saya masih punya segudang motivasi untuk terus semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... abis siapa lagi yang nyemangatin saya kalo bukan diri saya sendiri...

      Iyaaa, bener banget kakak... :D

      Delete
  6. hidup ini terlalu singkat untuk dinikmati . hidup ini terlalu lama untuk di jelajahi. hidup ini terasa indah jika dijalani dengan ikhlas ;)

    ReplyDelete
  7. aasiiikkk semangat lagi, saya juga sempat jenuh, tapi gak lama, tetep semangat okay :D

    ReplyDelete
  8. kalo tips saya pas males nulis gini mbak.
    misal saya males nulis naskah teater, saya berhenti untuk nyari kesibukan lain, dan kesibukan saya ngeblog diimana saya dapat nulis semau saya sendiri, intinya bebas dah, nah kalo ketemu malesnya lagi saya ikutan kontes blog, baik itu lomba review, giveaway maupun kontes SEO.

    semua kegiatan itu membutuhkan tulisan kan? nah pastinya disitu mendapatkan pengalaman nulis yang macem-macem./ sebab itulah tulisan naskah akan cepat selesai karena mendapat pengalaman menulis baru :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…