Skip to main content

Pantai Mutun Pulau Tangkil


Pertama kali kesini waktu saya ke Lampung, dan Pantai Mutun udah jadi Favorit buat saya, ah dimana-mana yang namanya pantai selalu keren yaa… :)

Daripagi kita udah pada siap mau ke pantai, tapi kata Kakek, kita mau ada acara pengajian dulu. Akhirnya kita ke panglongnya kakek, makan dan mandi di sana. Kita sampai siang di sana, saya pikir bakalan pulang ke rumah dulu tapi nyatanya malah langsung ke Pantai, waduh saya nggak bawa baju padahal niat mau berenang. Kalo ke Pantai nggak basah kurang afdhol buat saya.

Kita jalan bertujuh, naik mobilnya kakek. Kebetulan Mamanya kakek, adeknya, dan saudaranya juga ikut, jadi kita rame-rame kesana.

Saya dan Mbah Lina kebetulan duduk paling belakang, pas bayar karcis gak keliatan jadi kita gak bayar, yang keitung cuma 5 orang doang itu juga dibayarin. Alhamdulillah ya…
Sesampai disana saya nggak sabar pengen terjun, tapi saya inget gak bawa baju ganti.. Ih sedih banget deh.
Lagi asik-asiknya main air. Ternyata kita mau ke Pulau tangkil, kesananya kudu naik perahu. Wah… masih dalam keadaan nyeker, saya langsung lari-lari naik perahu. Ini dia gambar perahunya. Sekitar 15 menit kita naik perahu beginian. Seruuu... Bisa main air...

Kita sampai di Pulau Tangkil. Awal saya ngeliat pulau ini tuh berasa sepi banget. Ternyata emang bener. Pulau ini gak berpenghuni. Tapi, suasananya keren banget! Pasir putih yang seakan teriak minta kita injek-injek, ombak yang melambai-lambai, angin yang sepoi-sepoi, pemandangan yang aduhai... Saya jatuh cinta sama tempat ini pokoknya, titik!

Gara-gara suasana yang menyenangkan, saya bahkan lupa kalo saya gak bawa pakaian ganti, gak peduli harus basah-basahan. Ternyata di Lampung ada juga tempat sekeren ini. di sana kita langsung main lari-larian, nangkap ikan di pesisir pantai. Sambil ngumpulin pasir buat dibawa pulang. Sebenarnya saya sih nggak segitunya sampe bawa-bawa pasir ke Jakarta. Tapi, kelakuan dua orang teman saya emang aneh. Suka bawa pasir buat oleh-oleh, saya cuma bantuin ngambilin doang.


















Nggak jauh dari tempat kita ada perahu yang banyak orangnya. Saya pikir itu perahu gak kebalik apa gegara kebanyakan orang? Di sana ada yang lagi masak, seakan-akan emang hidupnya di atas perahu itu. SEMANGAT DEH!!
Galau berjamaah

Adik kakak petarung


Senja di Pulau Tangkil

Berekspresi

Nah itu dia di belakang kita ada perahun yang banyak 
orangnya

Tempat Berteduh


Masih di Sekitaran Pantai


Senja di Pantai Mutun Pulau Tangkil

Sorry banget tulisan di sini cuma sedikit, saya lebih banyak mosting potonya. Pokoknya mah yang orang lampung kudu main ke sini nih kapan-kapan, trus ajak saya lagi main ke sana :)


Salam Petualang


Erny Binsa

Comments

  1. Nenek Erny wow. Baru ditulis sekarang. Secara udah beberapa bulan yang lalu inih:p

    ReplyDelete
  2. enak orang lampung punya pantai seindah itu, selalu yah narsis :) hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di lampung banyak pantai... Kalo di Jakarta? beuh! pantai ancol udah tercemar...
      Hahha apakah itu termasuk narsis? wkwk

      Delete
  3. Pemandangan senjanya bagus... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal di sana mataharinya malu-malu, ga dapat senja dengan sempurna...

      Delete
  4. Lampuuung, aku juga mau ke sana, eksotis banget yak.semoga di masa depannanti aku bisa gabung komunitas traveller hijaberr..hehehe..bisa keliling menjamah pantai di seluruuuuh Indonesiaaa..keren pantai pantianya emang...:D
    keep travelling, keep writing! :D

    ReplyDelete
  5. pantainya keren :)) tapi foto galau berjamaah itu loh ..heheh

    ReplyDelete
  6. itu pada galau karena gak bawa baju ganti? hehe. Tp pantainya emang keren keliatannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya bener pake banget... ga rela rasanya pantai sekeren mutun cuma puas diliat, kan asik kalo bisa mandi mandi.. ;)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah. Silakan berkomentar :)

Popular posts from this blog

Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi (Review)

Boy CandraKategori Fiksi (Novel)Penerbit Mediakita288 halamanRp. 65.000


Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi mencari cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang dipilihmu. Aku entah dengan siapa,sendiri atau dengan yang lain. Aku mulai mencoba memberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan siapapun menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.
. . . Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Boy Chandra. Entah kenapa saya tertarik ketika melihat covernya dan tulisan belakang buku tersebut. Sebelumnya karena memang penasaran sih, by the way kenapa di setiap bukunya ada kata senja atau hujan? Kenapa yah?
Mulai baca BAB awal saya suka dengan gaya Boy Chandra bercerita. Di sana saya berkenalan dengan salah satu tokoh b…

Sepenggal Kisah di Pedalaman Baduy

Saya selalu menikmati sebuah perjalanan, dan beberapa pekan yang lalu saya menuju pedalaman Baduy. Sebenarnya untuk tahun ini perjalanan ke Baduy tidak ada dalam daftar list yang akan saya kunjungi. Namun, entahlah. Saya juga tidak menyangka bisa sampai disana.

            Suku Baduy terbilang unik dan berbeda dari lainnya. Mereka masih menjunjung tinggi adat istiadat dan saya memberi jempol untuk orang-orang yang masih bertahan dengan kehidupan di Baduy khususnya Baduy Dalam.

            Sebelum menuju Baduy Dalam kami diperkenalkan dengan seorang bapak-bapak bernama Mang Alim. Beliau suku Baduy asli dan kami akan bermalam di rumahnya. Mang Alim mewakili suku Baduy Asli, Suku Baduy Dalam memakai baju warna putih, memakai ikat kepala, jalan tidak memakai sandal. Mereka berbahasa sunda.

            Sebelum keberangkatan menuju Baduy, Mang Alim memberikan petuah sebelum melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Desa (Saya lupa nama desanya) sebut aja desa itu.

TRAGEDI PULAU DOLPHIN

Tragedi Pulau dolphin
Bismillahir rahmaanir rahiim
Udah lama banget ga nulis ya… gak produktif banget nih gak pernah posting tulisan.. -__-
Alhamdulillah karena saya abis jalan-jalan jadi saya jadi ada bahan buat ditulis. Sebenernya sih bahan banyak ada di mana-mana malah, masalahnya saya males ke toko bahan. Apalah apalah…

Pulau dolphin adalah salah satu pulau di sekitar pulau seribu. Mau kesana kudu transit dulu ke pulau harapan yang jaraknya 3-4 jam dari muara angke. Siap-siap mabok…
Beberapa kali pula saya dan teman-teman merencanakan ke pulau tapi hasilnya nothing alias gak pernah jadi. Kali ini saya tekadkan kalau perjalanan ini harus tetap jadi, berapapun orang yang ikut. Alhamdulillahnya terkumpul sekitar 11 orang yang ikut perjalanan ke pulau lumba-lumba yang pada kenyataannya ga ada lumba-lumbanya adanya malah ikan lepuh. #eh
Kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari muara angke, kapal mulai berangkat. Karena sudah penuh kita kebagian duduk di belakang deket mesin, silahkan men…